Perspectives News

Rebutan Antrean Gilimanuk Berakhir Damai Pascaduel

 


Kedua sopir yang terlibat perkelahian di Pelabuhan Gilimanuk sepakat berdamai, Sabtu (6/6/2026). (FOTO: Polsek Gilimanuk).

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Ketegangan sempat mewarnai antrean dermaga Moving Bridge (MB) 1 Pelabuhan Gilimanuk pada Sabtu (6/6/2026) pagi. Gara-gara insiden salah oper gigi saat terbangun dari tidur, dua pengemudi terlibat duel sengit hingga salah satunya pingsan, sebelum akhirnya sepakat berdamai.

​Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, AKP Gusti Made Alit Murdiasa, membenarkan terjadinya insiden perkelahian yang melibatkan pengemudi truk bernomor polisi N 8793 ET, G. Aditya Saputra (28) dan pengemudi travel B 1233 NZG, Rizal Darmawan (33).

​Peristiwa bermula sekitar pukul 7.50 WITA saat kendaraan sedang mengantre untuk naik ke atas kapal. Aditya, sopir truk asal Banyuwangi, tengah tertidur di balik kemudi saat antrean mulai bergerak. Rizal, sopir travel asal Jember yang berada tepat di belakangnya, kemudian berusaha membangunkan Aditya.

​"Karena kaget baru terbangun, sopir truk bermaksud memajukan kendaraannya. Namun, ia justru salah memasukkan gigi mundur hingga dua kali," ujar AKP Gusti Made Alit Murdiasa, saat dikonfirmasi Sabtu sore.

​Akibatnya, bagian belakang truk menghantam kap mobil travel milik Rizal hingga mengalami kerusakan. Tak terima armadanya penyok, Rizal tersulut emosi. Cekcok mulut di areal parkir MB 1 itu dengan cepat eskalasi menjadi adu fisik. Dalam perkelahian tersebut, Aditya terkena pukulan telak hingga sempat tidak sadarkan diri di lokasi kejadian.

​Petugas yang bersiaga langsung mengamankan situasi. Aditya segera dilarikan ke Kantor Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Pelabuhan Gilimanuk untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah kesadarannya pulih dan dinyatakan sehat oleh petugas medis, kedua belah pihak langsung dimediasi di Mapolsek.

​Hanya berselang beberapa jam, tepatnya pukul 9.30 WITA, kedua sopir tersebut sepakat untuk tidak memperpanjang masalah.

​"Kedua belah pihak memilih menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan. Mereka menyadari adanya unsur kesalahpahaman dan sepakat tidak saling menuntut di kemudian hari, baik secara pidana maupun perdata," jelas Kapolsek.

​Kesepakatan damai tersebut dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang ditandatangani oleh kedua sopir serta para saksi. Usai bersalaman dan menyelesaikan administrasi, baik sopir truk maupun travel diizinkan untuk melanjutkan perjalanan mereka ke tempat tujuan. Situasi di area Pelabuhan Gilimanuk kini dipastikan kembali aman dan kondusif. (dik)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama