Perspectives News

Sebelas Kandidat LPK Darma Lolos Seleksi Kerja ke Jepang

 


 


Enam kandidat perempuan yang lolos seleksi kerja ke Jepang usai, Selasa (23/6/2026).  (Foto: Ist) 

BALI, PERSPECTIVESNEWS- Proses seleksi kerja ke Jepang yang digelar Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Darma bersama perusahaan dan Accepting Organization (AO) dari Jepang meloloskan 11 kandidat dari semula 12 orang.

Seleksi yang dilakukan pada Selasa (23/6/2026), dari semula 42 kandidat, akhirnya pihak perusahaan memutuskan hanya mengambil 11 kandidat terbaik untuk ditempatkan di sektor pengolahan daging di Prefektur Ibaraki, Jepang.

Direktur LPK Darma, Mega Devia In Baliani mengatakan, perubahan jumlah rekrutmen tersebut merupakan keputusan internal perusahaan di Jepang setelah mempertimbangkan kebutuhan tenaga kerja yang akan diberangkatkan pada angkatan perdana ini.

"Awalnya perusahaan membuka 12 kuota, namun setelah proses seleksi diputuskan hanya merekrut 11 orang. Meski demikian, kami bersyukur karena anak-anak yang lolos merupakan kandidat terbaik yang telah melalui proses seleksi ketat bersama pihak perusahaan Jepang," ujar Mega.

Sebelas peserta yang dinyatakan lolos yakni: M Aref Ridwan, Lilian Luthfi, Herman Rozi, Ahmad Efendi, Ilham Bukhari, Fifi Lutfiana, Candrika Nirmala, Lifia Aurora, Fuji Lestari, Haifa Ernita dan Vika Aulia.

Setelah dinyatakan lolos, para kandidat tidak langsung diberangkatkan ke Jepang. Mereka terlebih dahulu akan menjalani pendidikan dan pelatihan (diklat) pemantapan selama kurang lebih empat bulan.

Mega Devia menjelaskan, diklat tersebut bukan lagi tahap kursus bahasa Jepang dari awal, melainkan proses penguatan kompetensi karena seluruh peserta yang lolos sudah memiliki kemampuan bahasa Jepang yang baik. Bahkan, dua di antaranya telah mengantongi sertifikat Japanese Foundation Test (JFT) A2, salah satu sertifikasi kemampuan bahasa Jepang yang diakui secara internasional.

"Mereka yang lolos ini rata-rata sudah sangat baik kemampuan bahasa Jepangnya. Jadi bukan kursus lagi, tetapi diklat pemantapan, mulai dari pendalaman bahasa, penguatan pemahaman budaya kerja Jepang, pembinaan fisik, hingga pembentukan mental dan kedisiplinan sebelum diberangkatkan," jelasnya.


Tiga dari lima peserta laki-laki yang lolos seleksi kerja ke Jepang. (Foto: Ist)

Menurut Mega Devia, pembekalan tersebut penting dilakukan agar para peserta benar-benar siap menghadapi lingkungan kerja dan budaya disiplin yang diterapkan perusahaan di Jepang.

Usai menjalani diklat selama sekitar empat bulan, para peserta tinggal menunggu proses penerbitan Certificate of Eligibility (COE) dan jadwal keberangkatan yang diperkirakan memakan waktu sekitar satu hingga dua bulan.

"Dengan persiapan yang matang, mereka diharapkan mampu beradaptasi dan bekerja dengan baik di Prefektur Ibaraki," pungkasnya.  (lan/*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama