Perspectives News

Sinergi Satpol PP dan Dinkes Denpasar Tangani Warga Diduga Skizofrenia Secara Humanis


Satpol PP Kota Denpasar bergerak cepat menangani seorang warga yang diduga mengalami gangguan kejiwaan di kawasan Jalan Gunung Tambora III, Kelurahan Pemecutan, Denpasar Barat, pada Jumat (19/6). (Foto: HumasDps) 


DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar bergerak cepat menangani seorang warga yang diduga mengalami gangguan kejiwaan di kawasan Jalan Gunung Tambora III, Kelurahan Pemecutan, Denpasar Barat, pada Jumat (19/6). Aksi tanggap yang dimotori oleh Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum) ini langsung disinergikan dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar demi memastikan penanganan medis yang tepat.

​Langkah ini diambil setelah petugas menerima laporan dari masyarakat mengenai keberadaan seorang pria yang diduga mengalami gangguan psikologis dan membutuhkan bantuan segera. Merespons aduan tersebut, personel Satpol PP langsung terjun ke lokasi guna melakukan pendekatan secara persuasif dan humanis. Setelah berhasil ditenangkan dan diajak berkomunikasi, warga tersebut kemudian dibawa ke Kantor Satpol PP Kota Denpasar.

​Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Yudie Asmara, menegaskan bahwa seluruh proses evakuasi dilakukan dengan sangat terukur demi kebaikan semua pihak.

​"Penanganan dilakukan dengan mengedepankan aspek kemanusiaan serta keselamatan yang bersangkutan maupun masyarakat sekitar. Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Denpasar agar yang bersangkutan mendapatkan pelayanan kesehatan dan penanganan sesuai prosedur," ujar Yudie Asmara.

​Usai pendataan awal, Satpol PP langsung menyerahkan penanganan kepada tim medis Dinkes Kota Denpasar. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pria tersebut diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan masih dalam status rawat jalan, setelah sempat mendapatkan pelayanan di poli jiwa sekitar tiga minggu lalu.

​Petugas kesehatan juga menghimpun informasi bahwa dalam tiga hari terakhir, kondisi psikologis yang bersangkutan sempat tidak stabil. Ia mengalami kesulitan tidur, menunjukkan perilaku mengamuk, mengucapkan kata-kata yang tidak jelas, serta terus-menerus mengumpat.

​Melalui pemeriksaan status psikiatri, kondisi fisik pasien sebenarnya terlihat terawat, namun kontak visual dan verbalnya dinilai kurang baik. Walaupun kesadaran serta orientasi terhadap waktu, tempat, dan orang masih terjaga, tim medis menemukan adanya gangguan koherensi pada proses pikirnya, yang disertai indikasi waham kebesaran serta halusinasi.

​Dari hasil asesmen awal tersebut, tim kesehatan memberikan diagnosis sementara yang mengarah pada gejala skizofrenia (schizophrenia).

​Guna memberikan perawatan yang lebih optimal dan sesuai dengan kebutuhan medis pasien, Dinas Kesehatan Kota Denpasar saat ini tengah berkoordinasi untuk proses rujukan ke RSUP Prof. Ngoerah. Di sisi lain, Satpol PP Kota Denpasar juga memastikan akan terus mengawal agar warga tersebut memperoleh pendampingan yang tepat sesuai kondisinya.

​Melalui sinergi antarinstansi ini, Pemerintah Kota Denpasar menegaskan kembali komitmennya untuk selalu memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk bagi warga yang membutuhkan penanganan khusus terkait kesehatan mental. Langkah cepat, terpadu, dan humanis ini diharapkan dapat membantu pasien memperoleh perawatan serta pemulihan yang layak. (Ayu/HumasDps)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama