Kontingen Jembrana yang mengikuti Porjar Provinsi Bali yang berhasil naik peringkat, dari 9 ke peringkat 7. (Foto: Hms Jbr)
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Kabupaten Jembrana sukses
mendobrak tradisi dan naik ke peringkat ke-7 se-Provinsi Bali dalam ajang
Porjar Provinsi Bali tahun ini. Setelah tiga tahun berturut-turut (2023 - 2025)
tertahan di peringkat ke-9 atau posisi buncit, tahun ini berhasil naik peringkat
dengan torehan akhir 36 medali emas, 36 perak, dan 51 perunggu.
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan kerjasama tim
yang solid serta suntikan motivasi Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan,
saat melepas atlet beberapa waktu lalu.
Meski target awal yang dibebankan adalah menembus posisi
lima besar, lompatan ke peringkat 7 ini tetap menjadi sinyal kuat kebangkitan
prestasi olahraga di Bumi Makepung.
“Saya menargetkan Kabupaten Jembrana minimal mampu menembus
lima besar tingkat Provinsi Bali. Dengan semangat, kerja keras, dan persiapan
yang telah dilakukan, saya yakin target itu bisa dicapai,” ujar Bupati Kembang
sebelumnya saat melepas atlet, Sabtu (30/5/2026) lalu.
Menurutnya, modal penting untuk mendongkrak prestasi daerah
kali ini adalah jumlah kontingen yang besar, tingginya partisipasi atlet, serta
kuatnya dukungan dari para atlet yang maju secara mandiri.
Dibalik naiknya peringkat ini, Dinas Pendidikan, Kepemudaan,
dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Jembrana rupanya telah menerapkan strategi
perombakan total sejak awal tahun.
Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga Dikpora Jembrana, I
Kade Prapta Surya Wesnawa dihubungi Sabtu (13/6/2026), mengungkapkan bahwa
persiapan intensif sudah digenjot sejak bulan Februari.
Karena absennya gelaran Porjar di tingkat kabupaten, pihak
Dikpora mengambil langkah proaktif dengan langsung turun ke lapangan memantau
potensi para atlet di masing-masing cabang olahraga (cabor).
"Kami melakukan pendampingan rutin ke seluruh Cabor.
Hampir setiap hari kami kunjungi tempat latihan mereka. Kami meminta seleksi
ketat terkait atlet yang diberangkatkan, jadi tidak ada penunjukan sembarangan.
Selain itu, kami juga menerapkan pendampingan gizi makanan dan pola kebugaran
berbasis sport science, serta menetapkan target medali yang jelas per Cabor
agar mereka termotivasi," jelas Kade Prapta.
Keterbatasan kuota anggaran tidak menjadi penghalang bagi
Jembrana untuk unjuk gigi. Dari kuota resmi Pemkab yang hanya memfasilitasi 230
atlet dan 40 pelatih, Dikpora melakukan pendekatan persuasif kepada para atlet,
keluarga, dan pelatih.
Hasilnya luar biasa, gelombang dukungan mandiri muncul
secara masif. Sebanyak 122 atlet dan 22 pelatih memutuskan berangkat dengan
biaya mandiri atau disponsori oleh keluarga dan pihak swasta.
Dukungan gotong royong ini berhasil mendongkrak total
kekuatan kontingen Jembrana menjadi 414 orang (352 atlet dan 62 pelatih).
Secara total perolehan medali, Jembrana berhasil
mengumpulkan 36 medali emas, 36 perak, dan 51 perunggu. Kendati secara
kalkulasi medali emas belum memenuhi target awal (45 emas, 30 perak, 28
perunggu), total raihan 123 medali ini sudah lebih dari cukup untuk mengerek
posisi Jembrana keluar dari posisi buncit.
Keberhasilan di Porjar Bali 2026 ini diharapkan menjadi batu
loncatan bagi perkembangan olahraga di Kabupaten Jembrana, sekaligus
membuktikan bahwa dengan sinergi antara pemerintah, atlet, dan masyarakat,
keterbatasan mampu diubah menjadi prestasi. (Prokopim Jbr)
