Didampingi Wamenpar dan Ketua DPRD Provinsi Bali, Gubernur Koster Melepas Peed Aya (Pawai) Pesta Kesenian Bali XLVII 2026, ditandai dengan pemukulan kulkul, di depan Monumen Puputan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Sabtu (13/2/6). (Foto: Humas-Prov. Bali)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Gelaran budaya tahunan yang paling dinanti, Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, resmi dimulai. Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi melepas Peed Aya (pawai) budaya yang menandai pembukaan ajang bergengsi ini pada Sabtu, 13 Juni 2026, di depan Monumen Puputan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar.
Pawai budaya yang dimulai tepat pukul 14.00 WITA tersebut berlangsung meriah dan dihadiri oleh jajaran pejabat penting nasional maupun daerah. Tampak hadir Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Enik Ermawati (Ni Luh Puspa); Irjen Kemendagri, Sang Made Mahendra Jaya beserta istri; Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, Prof. I Nengah Duija; Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya; Sekretaris Daerah Bali, Dewa Made Indra; serta jajaran Forkopimda Provinsi Bali.
Momen puncak pembukaan ditandai saat Gubernur Bali Wayan Koster, didampingi oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ketua DPRD Provinsi Bali, memukul Kulkul sebanyak lima kali. Ketukan ini menjadi simbol kuat dari persatuan dan kesatuan masyarakat.
Suara Kulkul tersebut langsung disambut gemuruh harmonis Gambelan Gong Gede dari Sancaya Kanti Desa Adat Kesiman, Semar Pagulingan dari Briak Briuk Sepanggul, dan Gambelan Maha Merdangga Kalpa.
Alunan musik tradisional tersebut mengiringi penampilan memukau tari Siwa Nataraja, yang merupakan hasil kolaborasi apik antara Komunitas Seni Usadhi Langu dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.
Maha Merdangga Kalpa sendiri merupakan refleksi kewaktu-an kekal, fibrasi semesta pembentukan tatanan sakral kehidupan memuliakan alam, manusia dan kebudayaan dalam harmoni spiritual suci. Tarian ini dipentaskan bersamaan dengan garapan tematik kolosal bertajuk "Maha Merdangga Kalpa".
Pada perhelatan ke-48 ini, PKB mengusung tema Atma Kerthi : "Jiwa Sidha Parisudha" yang memiliki arti memuliakan jiwa paripurna. Melalui tema ini, Pesta Kesenian Bali diharapkan mampu memberikan makna mendalam di mana Atma Kerthi diposisikan sebagai pemuliaan maha jnana.
Parade Peed Aya "Atma Kerthi" kali ini dibuka dengan penampilan memukau dari kontingen Kabupaten Jembrana dan diakhiri secara megah oleh pawai dari Kota Denpasar.
Masyarakat dan wisatawan dapat menikmati seluruh rangkaian Pesta Kesenian Bali ke-48 ini yang akan berlangsung selama sebulan penuh, mulai dari 13 Juni hingga 11 Juli 2026, terpusat di Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center), Denpasar.
Sebelum meninggalkan lokasi acara di akhir kegiatan, Gubernur Wayan Koster juga menyempatkan diri untuk berjalan mendekat dan menyapa langsung ribuan penonton yang antusias memadati lapangan. (*)