Perspectives News

ASUS ExpertBook Ultra Diperkenalkan sebagai Laptop Flagship Unggulan, Bidik Penetrasi Penjualan di Bali

 


Muhammad Firman selaku Head of Public and Corporate Communications (kiri) memperkenalkan ASUS ExpertBook Ultra dalam Media Gathering di Swissbell Hotel Pecatu, Badung, Kamis (30/7/2026). (Foto: Ist)

BADUNG, PERSPECTIVESNEWS- ASUS ExpertBook Ultra diperkenalkan sebagai laptop flagship yang diposisikan untuk mengungguli laptop flagship kompetitornya. Ini karena ASUS keluaran terbaru ini memiliki arsitektur terbaru untuk performa, efisiensi dan pengalaman penggunaannya.

 

“Sebagai fondasi era baru Copilot+ PC, ASUS ExpertBook Ultra mengandalkan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H generasi terbaru yang dipadukan dengan Neural Processing Unit atau NPU yang mampu menghasilkan performa hingga 50 Trillion Operations Per Second (TOPS),” sebut Eric Khoven, Commercial Director, ASUS Indonesia.

 

Eric menambahkan, saat ini di pasaran Indonesia, produk-produk flagship kompetitor masih menggunakan Intel Core Ultra 7 Series 2 yang menghasilkan performa AI NPU hingga 48 TOPS. Langkah ASUS untuk langsung memanfaatkan teknologi mutakhir di lini laptop bisnis kelas flagship merupakan langkah yang sulit diikuti oleh kompetitor di Indonesia.

 

“Jika dihadapkan pada skenario multitasking korporat, seperti rapat maraton via Teams sembari mengolah ribuan baris data di Excel dan melakukan supervisi ratusan halaman laporan PowerPoint, ASUS ExpertBook Ultra dapat menjalankannya tanpa masalah,” tambah Eric.

Terkait strategi penjualan khususnya pasar di Bali, Muhammad Firman selaku Head of Public and Corporate Communications ASUS saat media gathering di Swissbell Hotel Pecatu, Badung, Kamis (30/7/2026) menambahkan, ASUS melakukan strategi penetrasi yang agresif untuk mencapai target penjualan di pasar Indonesia, Bali salah satu pasar potensial yang bakal dibidik.

Firman juga menyebutkan penetrasi pasar tersebut bakal diikuti dengan ketersediaan lini produk yang bervariasi mulai dari kelas entry-level hingga premium.

“ASUS optimis dapat mencapai target penjualan ribuan unit hingga penghujung tahun mendatang di pasar Indonesia, termasuk membidik pasar potensial di wilayah Bali,” jelas Firman. 

Dikatakan Firman, pasar perangkat komputasi di Bali menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif, didorong oleh tingginya aktivitas sektor usaha, UMKM, hingga perusahaan multinasional. Dan ASUS Indonesia memperkuat penetrasi lini laptop bisnis dan seri premium ultra yang dilengkapi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

“Para pelaku usaha di Bali kian menyadari pentingnya menggunakan perangkat yang dirancang khusus untuk kebutuhan profesional, bukan sekedar laptop konsumer biasa yang mengunggulkan estetika desain semata,” jelas Firman.

Menurutnya, Bali memiliki karakteristik pasar yang unik dengan kebutuhan spesifik terhadap perangkat komputasi yang memiliki tingkat ketahanan (durability) dan keamanan (security) yang tinggi dibandingkan lini konsumen biasa.

Pertumbuhan berbagai sektor usaha di Bali membuka peluang besar bagi penetrasi laptop kelas bisnis.

Dengan banyaknya bisnis di Bali dari berbagai sektor, kami melihat potensi mereka bisa memanfaatkan laptop bisnis dibandingkan laptop konsumer yang biasa. Dari sisi performance atau design mungkin bersaing, tetapi dari sisi security maupun durability tidak sebaik dan sekuat laptop bisnis.

“Makanya kami ingin menggarap ini, karena di Bali kami melihat banyak sekali UMKM dan multinational company yang punya cabang di mana-mana. Kontribusi wilayah Bali sendiri saat ini menempati jajaran 10 besar pasar nasional ASUS, bersaing ketat dengan wilayah-wilayah strategis lainnya seperti Jabodetabek yang masih memegang porsi 30 hingga 35 persen, disusul Jawa Timur, Sumatera Utara, Jawa Barat, serta kawasan Indonesia Timur dan Nusa Tenggara,” ujar Firman.

ASUS ExpertBook Ultra dan ASUS Zenbook Pro

Tampilan ASUS ExpertBook Ultra

Di era modern saat ini, ASUS menghadirkan inovasi mutakhir pada lini ultrabook premium seperti ASUS ExpertBook Ultra dan jajaran ASUS Zenbook Pro.

Perangkat ini tidak hanya menawarkan performa tinggi, tetapi juga dirancang untuk mendukung pemrosesan Agentic AI secara offline tanpa memerlukan koneksi internet, berkat dukungan memori RAM besar berkapasitas hingga 64 GB yang sebagian besar dapat dialokasikan untuk VRAM.

“Bahkan teknologi baru kami di ASUS Zenbook Pro bisa melakukan Agentic AI secara offline tanpa perlu connect internet, pakai Google Gemini 4. Dari RAM 64 GB laptopnya, sampai 56 GB-nya bisa dipakai untuk VRAM yang sangat dibutuhkan oleh AI. Jadi performanya sangat tinggi untuk sebuah laptop tipis,” terang Firman.

Terkait tren kenaikan harga komponen global seperti RAM, SSD, dan prosesor yang dipicu oleh tingginya permintaan industri kecerdasan buatan, ASUS menyiasatinya dengan strategi penetapan harga yang kompetitif dan terukur.

Sebagai contoh, varian tertinggi ASUS ExpertBook Ultra yang dibekali prosesor Core i7, RAM 64 GB, dan SSD 2 TB dipasarkan di kisaran harga Rp82 juta.

Nilai ini dinilai jauh lebih kompetitif jika dibandingkan dengan produk sejenis dari merek lain yang baru memasuki pasar pada pertengahan tahun dengan rentang harga di atas Rp100 juta.

Harga laptop ke depan bakal akan naik terus karena perang yang tidak selesai-selesai, serta teknologi AI yang makin masif memakan kapasitas RAM dan SSD.

“Strategi kami adalah menghadirkan varian fleksibel dengan nilai kompetitif terbaik di kelasnya untuk memberikan solusi bagi konsumen,” tutup Firman. (lan/*)

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama