Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya (no.2 dari kiri) didampingi Ketua Umum PP SMSI Firdaus (dua dari kanan) dan Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja (kiri) saat Focus Group Discussion, Jumat (10/6/2026) (Foto: SMSI Bali)
DENPASAR,
PERSPECTIVESNEWS - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) memulai langkah
strategis untuk mendorong Indonesia menjadi pusat finansial bertaraf
internasional melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema
"Menangkapitalisasi Likuiditas Global untuk Akselerasi Infrastruktur dan
Pembangunan Nasional Berkelanjutan" yang digelar di Kantor Dewan
Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Bali, Jumat (10/7/2026).
Kegiatan tersebut dirangkai dengan pengukuhan dan pelantikan
Kelompok Kerja Jaksa Garda Desa (Pokja Jaga Desa) program kolaborasi Kejaksaan
Republik Indonesia dan Kementerian Desa PDTT bertujuan mendampingi, mengawal,
dan mengawasi pengelolaan Dana Desa agar lebih transparan, akuntabel, serta
bebas dari praktik korupsi.
FGD dibuka Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, dan
dihadiri jajaran pengurus SMSI Pusat, SMSI Provinsi Bali, serta insan pers dari
berbagai daerah di Bali.
Dalam sambutannya, Sanjaya mengapresiasi kepercayaan SMSI
Pusat yang memilih Bali sebagai lokasi pertama penyelenggaraan FGD Pusat
Finansial Internasional Indonesia (PFII). Menurutnya, Indonesia memiliki sumber
daya yang sangat besar sehingga layak menjadi pusat keuangan dunia.
"Kalau dibandingkan dengan negara lain, Indonesia ini
negara yang sangat kaya. Tetapi mengapa Singapura yang menjadi pusat keuangan
dunia? Ini yang menarik. Semestinya kita, khususnya masyarakat dan pemerintah
Bali menjadi garda terdepan untuk menjadikan Bali sebagai pusat keuangan
dunia," tandas Sanjaya.
Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, menjelaskan Bali dipilih
sebagai titik awal pembahasan PFII karena memiliki posisi strategis sebagai
wajah Indonesia di mata dunia.
"Bali kami pilih sebagai tempat pertama untuk membahas
Pusat Finansial Internasional Indonesia karena Bali merupakan etalase
Indonesia. Ketika orang di dunia mengenal Indonesia, yang pertama kali mereka
sebut adalah Bali," ujarnya.
Firdaus mengatakan, selama ini pusat keuangan dunia identik
dengan negara-negara seperti Swiss dan Singapura. Melalui gagasan PFII,
Indonesia diharapkan mampu menghadirkan pusat finansial internasional yang
dapat memperkuat perekonomian nasional.
"Selama ini Swiss dan Singapura selalu menjadi pusat
uang dunia. Sekarang kita ingin Indonesia, khususnya Bali, memiliki kota yang
menjadi pusat finansial internasional," katanya.
Menurutnya, keberadaan PFII nantinya tidak hanya akan
memperkuat sektor keuangan tetapi juga mempercepat pembangunan infrastruktur,
meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung pelestarian budaya
Bali.
"Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat
bagi masyarakat Bali, baik dalam pembangunan infrastruktur maupun dalam
mendukung pelestarian budaya Bali," tambah Firdaus.
Sementara itu, Ketua SMSI Provinsi Bali, Emanuel Dewata Oja,
menegaskan bahwa pelaksanaan FGD merupakan program kerja SMSI Pusat dan SMSI
Bali mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah penyelenggaraan perdana.
"Program ini sepenuhnya merupakan program kerja
pengurus pusat. Saya sendiri tidak tahu mengapa Bali dipilih menjadi tempat
pertama pelaksanaannya. Kami di Bali hanya bertindak sebagai penyelenggara atau
tuan rumah," kata pria yang akrab disapa Edo itu.
Melalui forum tersebut, SMSI berharap mampu menghimpun
berbagai masukan dari akademisi, praktisi, pelaku industri, serta para pemangku
kepentingan sebagai bahan penyusunan konsep Pusat Finansial Internasional
Indonesia (PFII) yang dapat mempercepat pembangunan nasional secara
berkelanjutan.
FGD PFII yang digelar SMSI ini mendapat dukungan dari Bank
BPD Bali bersama sejumlah perbankan lainnya. Hadir sebagai narasumber Dewan
Pakar PHRI Bali Trisno Nugroho dan Anggota Pokja Gubernur Bali Bidang Ekonomi
Perbankan Dr. Agus Syabarrudin, dengan diskusi dipandu Wakil Ketua Umum SMSI
Pusat Yono Hartono.
Turut hadir dalam FGD tersebut Pengurus Persatuan Wartawan
Indonesia (PWI) Bali, Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Asosiasi
Media Siber Indonesia (AMSI) Bali, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI)
Bali, Ketua SMSI kabupaten/kota se-Bali dan wartawan Pena NTT.
Acara FGD ini berlangsung dengan sukses atas dukungan DPD RI
Perwakilan Bali, Pemkab Tabanan, dan Bank BPD Bali bersama perbankan lainnya. (*)
