Perspectives News

Buka Bimtek Angkatan IX, Ny. Putri Koster Tegaskan Posyandu Jadi Pilar Pembangunan Masyarakat

Ny. Putri Koster saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Bina Posyandu Angkatan IX di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan dan Masyarakat (Bapelkesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar, Senin (27/7). (Foto: Humas-Prov. Bali) 

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Paradigm pelayanan Posyandu di Provinsi Bali kini mengalami pergeseran mendasar. Lembaga yang semula identik dengan tempat penimbangan bayi dan balita tersebut, kini bertransformasi menjadi pusat pelayanan terpadu yang menyentuh berbagai aspek fundamental kehidupan masyarakat.

Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menegaskan bahwa Posyandu saat ini memiliki peran yang jauh lebih luas. Lembaga ini diplot sebagai pusat pelayanan masyarakat yang mendukung enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta sosial.

"Melalui pendekatan yang humanis dan semangat gotong royong, kader diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat, membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan, kebersihan lingkungan, dan gizi keluarga, serta memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat," ujar Ny. Putri Koster saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Bina Posyandu Angkatan IX di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan dan Masyarakat (Bapelkesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar, Senin (27/7).

Perubahan peran yang masif ini menempatkan Posyandu sebagai garda terdepan dalam mendongkrak kualitas hidup masyarakat dari level keluarga hingga desa. Kendati demikian, Ny. Putri Koster mengingatkan bahwa lompatan paradigma ini wajib diimbangi dengan peningkatan kapasitas para kader yang bersentuhan langsung dengan warga.

Kader Posyandu kini dituntut tidak hanya piawai dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Mereka harus bertransformasi menjadi edukator, motivator, sekaligus fasilitator dalam berbagai sendi pembangunan, seperti mengedukasi pola hidup bersih, menjaga kelestarian lingkungan, mendorong pendidikan anak, hingga memperkuat kepedulian sosial demi terwujudnya desa yang mandiri.

Di akhir arahannya, Ny. Putri Koster mengajak seluruh peserta untuk menyerap materi Bimtek dengan sungguh-sungguh demi memperkaya wawasan dan saling berbagi pengalaman. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan di wilayah masing-masing. Langkah ini penting agar Posyandu benar-benar adaptif terhadap kebutuhan zaman dan menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan pembangunan Bali yang sehat, maju, harmonis, dan berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Bimtek Posyandu, Komang Sriani, melaporkan bahwa Bimtek Angkatan IX ini merupakan langkah konkret Pemerintah Provinsi Bali untuk memperkuat kapasitas kader dalam mengimplementasikan transformasi berbasis enam bidang SPM tersebut.

Selama pelatihan, para peserta dibekali dengan pemahaman mengenai kebijakan terbaru, penguatan kelembagaan, serta tata kelola Posyandu. Dengan kompetensi yang komprehensif, kader diharapkan mampu menjadi ujung tombak pelayanan dasar sekaligus mitra strategis bagi pemerintah desa dalam menyukseskan program pembangunan.

Kegiatan strategis ini diikuti oleh 133 kader Posyandu yang berasal dari Kabupaten Tabanan. Hadir langsung dalam pembukaan tersebut Ketua TP Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, beserta jajaran pengurus dan pendamping kader Posyandu. (*) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama