Perspectives News

Jelang Lomba Taman Telajakan Bali 2026, Pemkot Denpasar Perkuat Pembinaan Lokus dan Integrasi Posyandu 6 SPM


Ny. Sagung Antari Jaya Negara, didampingi Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa saat Pembinaan Lokus (Lokasi Khusus) Telajakan se-Kota Denpasar untuk sesi I dan II, di wilayah Kecamatan Denpasar Barat dan Denpasar Utara, pada Senin (27/7). (Foto: HumasDps) 

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Denpasar bersama perangkat daerah terkait mengintensifkan Pembinaan Lokus (Lokasi Khusus) Telajakan se-Kota Denpasar. Langkah ini diambil sebagai bentuk persiapan matang menghadapi Lomba Taman Telajakan Tingkat Provinsi Bali Tahun 2026 yang akan digelar pada September mendatang.

Pelaksanaan pembinaan sesi I dan II berlangsung pada Senin (27/7) pagi dengan menyasar sejumlah lokasi di wilayah Kecamatan Denpasar Barat dan Denpasar Utara. Kegiatan diawali di lokus Perumahan Permata Hijau, Lingkungan Bhuana Desa, Kelurahan Padangsambian, Denpasar Barat. Tim pembina kemudian melanjutkan peninjauan ke Dusun Batukandik di Desa Padangsambian Kaja, Banjar Dharma Santi di Desa Ubung Kaja, dan mengakhiri peninjauan di Banjar Cengkilung, Desa Peguyangan Kangin, Denpasar Utara.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Ketua TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, didampingi Sekretaris I TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Sekretaris DPMD Kota Denpasar, Agus Tresna Yasa, Camat Denpasar Barat Wayan Yusawara, Camat Denpasar Utara I Wayan Ariyanta, serta para perbekel/lurah dan jajaran terkait lainnya.

Ketua TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, menyampaikan bahwa melalui transformasi Posyandu dengan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), penataan telajakan memiliki keterkaitan erat dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

"Lingkungan yang bersih dan tertata akan mendukung aspek kesehatan, memperkuat kepedulian sosial, serta menghadirkan lingkungan yang nyaman dan aman bagi seluruh masyarakat. Inilah wujud implementasi Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat yang kini tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga menyentuh seluruh dimensi pelayanan dasar," ujarnya.

Lebih lanjut, Ny. Antari menjelaskan bahwa pembinaan lokus telajakan bukan sekadar persiapan menghadapi perlombaan, melainkan upaya membangun budaya hidup bersih, sehat, dan berkelanjutan di tengah masyarakat. Menurutnya, telajakan merupakan wajah lingkungan yang mencerminkan nilai kepedulian, gotong royong, dan kearifan lokal Bali yang harus terus dilestarikan.

"Kami berharap seluruh desa, kelurahan, banjar, kader Posyandu, kader PKK, serta seluruh masyarakat terus bergotong royong menjaga telajakan yang bersih dan sehat sebagai identitas Kota Denpasar. Semangat kebersamaan ini menjadi modal penting dalam mewujudkan Denpasar yang sehat dan berbudaya sekaligus memperkuat kualitas pelayanan Posyandu 6 SPM yang hadir langsung dan bermanfaat bagi masyarakat," tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris DPMD Kota Denpasar, Agus Tresna Yasa, menjelaskan bahwa terdapat 10 lokus yang disiapkan untuk mewakili Kota Denpasar pada ajang tingkat provinsi tersebut. Penilaian lomba meliputi tiga indikator utama, yakni Indikator Pembinaan dengan bobot 30 persen, Indikator Kesesuaian Fungsi Telajakan dengan bobot 30 persen, serta Indikator Kebersihan dan Keindahan dengan bobot terbesar sebesar 40 persen.

Ia menambahkan, pembinaan akan berlanjut pada sesi III dan IV yang dijadwalkan besok dengan menyasar lokus di wilayah Denpasar Selatan dan Denpasar Timur.

Agus Tresna Yasa optimistis, TP Posyandu Kota Denpasar mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk bergerak menata setiap ruang terbuka agar tertata. Menurutnya, ke depan seluruh wilayah yang masih memungkinkan memiliki ruang telajakan diharapkan dapat tertata rapi dan bersih, sebab upaya membangun lingkungan yang bersih dan rapi merupakan bagian tak terpisahkan dari layanan Posyandu 6 SPM. (humas.dps/esa-wahdodi)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama