Universitas Udayana Perkuat Hilirisasi Riset dalam Transformasi PTN-BH

 

Rektor Universitas Udayana bersama jajaran pimpinan universitas saat konferensi pers usai pelantikan pejabat dalam rangka transformasi Unud menjadi PTN-BH di Auditorium Widya Sabha, Jimbaran. (Foto: Angga)

BADUNG, PERSPECTIVESNEWS - Universitas Udayana mulai memperkuat agenda riset, hilirisasi inovasi, dan transformasi digital seiring perubahan status menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH). Penguatan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi yang ditandai dengan pelantikan 213 pejabat di Auditorium Widya Sabha, Kampus Unud  Jimbaran, Kamis (1/10/2026).

Pelantikan 213 pejabat dalam struktur organisasi baru ini menjadi bagian dari langkah Universitas Udayana dalam memperkuat tata kelola dan kapasitas kelembagaan untuk menjalankan mandat PTN-BH, sekaligus mendorong perguruan tinggi yang unggul, mandiri, berbudaya, dan semakin berdampak bagi masyarakat.

Namun, bagi Unud, penataan struktur tersebut tidak menjadi tujuan akhir. Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., mengatakan status PTN-BH memberikan ruang otonomi yang lebih luas untuk memperkuat tata kelola, akademik, riset, inovasi, serta kolaborasi.

Dalam konferensi pers seusai pelantikan, Prof Sudarsana mengatakan salah satu fokus yang tengah diperkuat adalah hilirisasi hasil penelitian. Unud memiliki 1.647 dosen yang dapat melaksanakan kegiatan riset. Dari konsolidasi ekosistem riset pada 2026, disebut terdapat sekitar 24 produk yang telah memasuki tahap hilirisasi. Produk tersebut mencakup bidang makanan, wellness, kesehatan, skincare, serta inovasi teknologi berupa keyboard berbahasa Bali.

“Kami menyadari hasil-hasil riset yang dimiliki Universitas Udayana belum maksimal dihilirisasi. Karena itu, kami memperkuat bidang riset, inovasi, dan hilirisasi agar hasil penelitian dapat dikembangkan dan dipertemukan dengan dunia industri serta pelaku usaha,” ujar Prof Sudarsana.

Penguatan hilirisasi akan dilakukan melalui inkubator bisnis Unud. Hasil riset yang siap dikembangkan akan dipertemukan dengan dunia industri dan pelaku usaha sebelum diarahkan ke tahap produksi melalui Badan Pengelola dan Pengembangan Bisnis Unud.

Selain riset, Unud tengah mengintegrasikan sistem teknologi informasi melalui konsep satu data Unud. Universitas juga menyiapkan fasilitas laboratorium LSS IT untuk merespons perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI). Pemanfaatan AI dalam pendidikan akan diarahkan melalui panduan dan pedoman dalam proses pembelajaran maupun pelaksanaan tridharma.

Dalam sambutannya, Sudarsana menegaskan transformasi kelembagaan harus berjalan bersama perubahan pola pikir, budaya kerja, dan kepemimpinan. Menurutnya, perubahan struktural harus menghasilkan pertumbuhan yang substantif.

“Transformasi kelembagaan harus berjalan seiring dengan perubahan pola pikir, budaya kerja, dan kualitas kepemimpinan di seluruh lini organisasi. Kita tidak cukup hanya berubah secara struktural, tetapi harus bertumbuh secara substantif,” tegas Prof Sudarsana.

Ke depan, Unud menargetkan kontribusi yang lebih nyata bagi masyarakat melalui bidang lingkungan, sosial, dan budaya, sekaligus memperkuat posisi universitas sebagai hub pendidikan di Bali dan ruang kolaborasi bagi peneliti serta mitra dari luar negeri. (angga)

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama