KPU Kabupaten Jembrana resmi menetapkan hasil Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rumah Pintar Pemilu (RPP) Kantor KPU Jembrana pada Kamis (2/7/2026). (Foto: Humas KPU Jembrana).
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Komisi Pemilihan Umum
(KPU) Kabupaten Jembrana resmi menetapkan hasil Pemutakhiran Data Pemilih
Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2026.
Melalui rapat pleno terbuka yang digelar di Ruang Rumah
Pintar Pemilu (RPP) Kantor KPU Jembrana pada Kamis (2/7/2026), tercatat
sebanyak 249.022 pemilih masuk dalam daftar terbaru.
Ketua KPU Kabupaten Jembrana, I Ketut Adi Sanjaya,
menegaskan bahwa pemutakhiran data ini merupakan langkah krusial demi menjaga
transparansi dan akuntabilitas pemilu. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi
lintas sektor untuk menghasilkan data yang valid.
"Sinergi seluruh pemangku kepentingan sangat penting
dalam menjaga kualitas data pemilih, karena ini adalah fondasi utama
penyelenggaraan pemilu yang demokratis," ujar Adi Sanjaya saat
dikonfirmasi, Jumat (3/7/2026).
Sementara Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU
Jembrana, I Putu Indrabayu, menjelaskan bahwa total pemilih tersebut telah
melalui proses verifikasi data turunan Semester I Tahun 2026 secara tuntas (100
persen).
Berikut adalah rincian persebaran data pemilih di Kabupaten
Jembrana. Total pemilih sebanyak 249.022 orang. Pemilih perempuan tercatat
125.498 orang, sedangkan pemilih laki-laki tercatat 123.524 orang. Cakupan
wilayah yakni 51 desa/kelurahan dengan jumlah TPS sebanyak 487 titik.
Proses pemutakhiran ini tidak luput dari kawalan ketat Badan
Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jembrana. Dalam pleno tersebut, Bawaslu
menyampaikan hasil uji petik lapangan yang langsung direspons KPU sebagai bahan
pencermatan ulang.
Meski memberikan catatan, Bawaslu mengapresiasi koordinasi
solid yang ditunjukkan KPU Jembrana. Ke depan, pihak pengawas pemilu berharap
masyarakat bisa lebih aktif melaporkan perubahan data kependudukan, seperti
adanya pemilih baru, perpindahan domisili, hingga warga yang meninggal dunia,
demi menyukseskan pemilu yang bersih dan akurat. (dik)
