Desak Made Rita Kusuma Dewi saat naik podium tertinggi di ajang World Climbing Series Chamonix 2026, Prancis pada Minggu (12/7/2026). (Foto: instagram@desakmaderita)
JAKARTA, PERSPECTIVESNEWS – Atlet panjat tebing Desak Made Rita Kusuma Dewi kembali mempersembahkan medali emas untuk Indonesia dari nomor speed putri di ajang World Climbing 2026.
Setelah sebelumnya meraih emas pada World Climbing Series Krakow 2026 di Polandia, Sabtu (4/7/2026) pekan lalu, atlet asal Bali ini kembali meraih emas di World Climbing Series Chamonix 2026, Prancis pada Minggu (12/7/2026).
Desak Made mengaku
sangat senang karena sudah memberikan performa terbaik dan benar-benar
menikmati pertandingan.
“Saya bahagia bisa mempersembahkan medali emas ini untuk
negara dan tim saya," kata Desak usai pertandingan seperti dikutip dari
laman resmi World Climbing.
Pada partai final, Desak tampil dominan saat mengalahkan
wakil Italia, Giulia Randi. Atlet Indonesia itu membukukan waktu 6,22 detik,
unggul atas Randi yang mencatatkan 6,51 detik.
Medali perunggu menjadi milik tuan rumah Prancis, Capucine
Viglione. Baik Randi maupun Viglione untuk pertama kalinya berhasil naik podium
pada ajang World Climbing Series.
Perjalanan Desak menuju gelar juara tidak mudah. Babak final
diwarnai sejumlah kejutan setelah para pemanjat China tersingkir sejak putaran
pertama.
Sementara itu, pemegang rekor dunia asal Amerika Serikat,
Emma Hunt, harus terhenti pada babak perempat final usai dikalahkan Giulia
Randi.
Randi sempat tampil impresif dengan menyingkirkan sejumlah
unggulan dan melaju hingga partai puncak.
Namun, Desak mampu menjaga konsistensi penampilannya
sepanjang babak gugur sebelum akhirnya memastikan medali emas lewat catatan
waktu terbaik di final.
Keberhasilan Desak melengkapi penampilan gemilang Indonesia
di Chamonix. Secara keseluruhan, Indonesia membawa pulang tiga dari enam medali
yang diperebutkan pada nomor speed, termasuk dua medali emas.
Satu medali emas lainnya diraih dari nomor speed putra atas
nama Veddriq Leonardo, yang di final
mengalahkan sesama atlet Indonesia, Antasyafi Robby Al Hilmi, di partai final. (red)
