Perspectives News

Libatkan Helikopter, Tim SAR Gabungan Perluas Pencarian Nelayan Hilang di Pantai Lebih

 


Memasuki hari ketiga pencarian nelayan yang hilang di perairan Pantai Lebih, Gianyar, Tim SAR gabungan memutuskan untuk memperluas jangkauan operasi. Sebuah helikopter Bell 412 milik Finns SGi Air Bali diterbangkan untuk menyisir area dari udara, Minggu (19/7/2026). (Foto: Basarnas Bali).

GIANYAR, PERSPECTIVESNEWS- Memasuki hari ketiga pencarian nelayan yang hilang di perairan Pantai Lebih, Gianyar, Tim SAR gabungan memutuskan untuk memperluas jangkauan operasi. Tidak tanggung-tanggung, sebuah helikopter Bell 412 milik Finns SGi Air Bali diterbangkan untuk menyisir area dari udara.

Kepala Kantor Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya, mengungkapkan bahwa pengerahan jalur udara ini menjadi strategi krusial untuk memantau radius yang lebih luas.

"Pagi ini, pengerahan helikopter dilakukan untuk menjangkau area pencarian yang lebih luas dari perairan Gianyar hingga perairan Selat Badung yang mencapai 25,6 mil laut. Harapannya korban dapat segera ditemukan," ujar Sidakarya, Minggu (19/7/2026).

Demi memaksimalkan hasil, kekuatan penuh sebanyak 95 personel gabungan diterjunkan dan dibagi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU) yakni, SRU Udara: Memantau dari ketinggian menggunakan Helikopter Bell 412 untuk mendeteksi tanda-tanda korban di area seluas 25,6 mil laut.

Sementara, SRU Laut: Menyisir ombak dengan mengerahkan 2 unit rubber boat (perahu karet) milik SAR dan SRU Darat: Melakukan penyisiran dan pemantauan secara visual di sepanjang garis pantai.

Aksi kemanusiaan ini juga memicu solidaritas lokal yang kuat. Kelompok nelayan setempat turun tangan dengan mengerahkan 10 unit jukung untuk menyisir zona-zona spesifik yang telah ditentukan oleh koordinasi tim SAR.

Sidakarya juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada pihak swasta yang tanggap memberikan bantuan armada.

"Kami memberikan apresiasi kepada Finns dan juga SGi Air Bali atas dukungan yang luar biasa di bidang kemanusiaan, khususnya dalam upaya pencarian dan pertolongan menggunakan helikopter," tuturnya.

Sesuai dengan prosedur yang berlaku, operasi penyelamatan ini akan terus diupayakan hingga hari ketujuh. Kendati kekuatan personel dan alat utama (alut) sudah dikerahkan secara maksimal, Tim SAR menegaskan bahwa pergerakan di lapangan akan tetap bersikap adaptif dengan terus memantau dinamika cuaca, arah arus laut, tinggi gelombang, serta kecepatan angin. (dik)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama