Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana langsung bergerak cepat. Sebanyak 5.000 liter air bersih langsung digelontorkan ke SMPN 3 Melaya, guna menyelamatkan pemenuhan kebutuhan sanitasi dan konsumsi warga sekolah, Jumat (17/7/2026). (Foto: BPBD Jembrana).
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Dampak musim kemarau mulai memukul sektor
pendidikan di Kabupaten Jembrana. Krisis air bersih kini tidak lagi hanya
mengancam pemukiman warga, melainkan sudah melanda fasilitas pendidikan.
SMP Negeri 3 Melaya yang terletak di Desa Manistutu menjadi
institusi pertama yang terdampak serius akibat sumur bor sekolah yang mengering
total selama sepekan terakhir.
Merespons situasi kritis yang dapat mengganggu aktivitas
belajar mengajar tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana
langsung bergerak cepat. Sebanyak 5.000 liter air bersih langsung digelontorkan
ke lokasi guna menyelamatkan pemenuhan kebutuhan sanitasi dan konsumsi warga
sekolah.
Zona rawan tahunan, kata dia, wilayah Desa Manistutu,
khususnya area sekolah tersebut, merupakan titik pantauan rutin BPBD yang
selalu menjadi langganan krisis air setiap musim kemarau.
"Bantuan air bersih sudah kami salurkan sebanyak 5.000
liter. Distribusi dilakukan karena sumur bor di SMPN 3 Melaya mengalami
kekeringan sejak sekitar satu minggu lalu," ujar Kepala Pelaksana BPBD
Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, Sabtu (18/7/2026).
Hingga pertengahan Juli ini, BPBD Jembrana mencatat baru
pihak sekolah yang mengajukan permohonan darurat, sementara laporan dari
permukiman warga masih nihil. Meski demikian, pihak berwenang memastikan
seluruh personel dan armada tanki air dalam posisi siaga penuh mengantisipasi
meluasnya dampak kemarau.
Masyarakat yang mulai kesulitan mendapat pasokan air bersih
diimbau untuk segera melapor melalui pemerintah desa setempat agar bantuan
logistik air dapat segera dikirimkan. Pihak BPBD juga mengingatkan warga untuk
mulai bijak dan hemat dalam menggunakan air, mengingat puncak musim kemarau
diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. (dik)
