Sebanyak 71 atlet bela diri Bali menjalani tes fisik dan kebugaran sebelum mereka masuk TC untuk selanjutnya dikirim ke PON Bela Diri 2026 di Sulut, Oktober 2026 mendatang. (Foto: Humas KONI Bali)
DENPASAR,
PERSPECTIVESNEWS - Sebanyak 71 atlet Bali yang dipersiapkan ke Pekan
Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2026 di Manado, Sulawesi Utara, Oktober mendatang
mengikuti tes kebugaran di KONI Bali, Minggu (2/8/2026).
Sekretaris Umum KONI Bali, I Ketut Jagrasunu mengatakan,
dilakukannya tes kebugaran terhadap para atlet agar apa yang menjadi target 20
emas di PON Bela Diri nanti terwujud. KONI Bali, lanjut dia, perlu mengetahui
kondisi fisik dan tingkat kebugaran atlet sebelum menjalani pemusatan latihan.
Jagrasuni mengatakan, hasil tes menjadi salah satu dasar
menentukan atlet yang layak memperkuat Bali pada PON Bela Diri 2026. “Ini bukan
sekadar tes administratif. Kalau kami anggap atlet tidak layak dari sisi
kebugaran maupun kesehatan, atlet tersebut akan dieliminasi,” sambungnya.
Menurut dia, Bali semula mempersiapkan atlet dari delapan
cabor bela diri. Namun, cabang olahraga anggar tidak disertakan karena kualitas
atlet dinilai belum memenuhi standar untuk bersaing di tingkat nasional.
Sekum KONI Bali I Ketut Jagrasunu (Foto: Humas KONI Bali)
Dengan demikian, tersisa tujuh cabor yang akan mengikuti
proses seleksi lanjutan. Namun, atlet Muay Thai belum mengikuti tes karena
sedang menjalani kegiatan di Jawa Barat. Oleh karena itu, tes pada Minggu hanya
diikuti atlet dari enam cabor.
Proses seleksi telah berlangsung selama lebih dari dua bulan
dengan mempertimbangkan rekam jejak dan prestasi atlet. Standar minimal seleksi
adalah atlet-atlet terbaik di Bali, termasuk para peraih medali emas Porprov
Bali.
Pemilihan atlet, kata
Jagrasunu, tidak hanya mempertimbangkan ketersediaan anggaran. KONI Bali ingin
memastikan setiap atlet yang dikirim memiliki peluang untuk bersaing dan meraih
prestasi.
“Kami tidak mau mengirim atlet yang hanya sekali kalah,
kemudian sekadar datang dan berjalan-jalan. Mereka harus benar-benar layak
bertanding,” ujarnya dan menambahkan target 20 emas sangat realistis berdasar
perhitungan potensial yang dimiliki Bali. (djo)

