Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Jembrana bergerak cepat mendistribusikan pasokan air bersih ke SD Negeri 2 Dauhwaru, Lingkungan Sawe Munduk Waru, Kecamatan Jembrana, Rabu (26/8/2026). (Foto: Polres Jembrana)
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Musim kemarau panjang
yang memicu krisis air bersih di Kabupaten Jembrana mulai mengganggu aktivitas
fasilitas pendidikan.
Merespons kondisi tersebut, jajaran Kepolisian Resor
(Polres) Jembrana bergerak cepat mendistribusikan pasokan air bersih ke SD
Negeri 2 Dauhwaru, Lingkungan Sawe Munduk Waru, Kecamatan Jembrana, Rabu
(26/8/2026).
Menyusutnya debit sumber air pegunungan memaksa warga
sekitar bergantian menggunakan air, yang berimbas langsung pada ketersediaan
sanitasi bagi para siswa.
Penyaluran air bersih dikoordinir langsung Kanit Dalmas
Polres Jembrana, Aiptu I Md Yudi Astawa, didampingi personel Dalmas dan
Bhabinkamtibmas Kelurahan Dauhwaru.
Kepala SDN 2 Dauhwaru, Ni Made Ari Pramitasari, menyampaikan
apresiasinya atas langkah taktis kepolisian. Bantuan tersebut dinilai sangat
krusial untuk menunjang fasilitas sanitasi, mandi, dan cuci bagi para siswa di
tengah keterbatasan pasokan air bersih.
Senada dengan pihak sekolah, Kepala Lingkungan Sawe Munduk
Waru, Dewa Gede Sugiarta, turut mengapresiasi respons cepat jajaran kepolisian.
Aiptu I Md Yudi Astawa menegaskan kehadiran Polri di
lapangan tidak semata-mata menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas),
melainkan juga memberikan aksi nyata pelayanan humanis saat warga menghadapi
kesulitan akibat bencana musiman.
Dampak kekeringan di Jembrana kian meluas. Kalaksa BPBD
Kabupaten Jembrana, I Putu Agus Artana Putra mengonfirmasi pihaknya juga telah
mendistribusikan total 10.000 liter air bersih sehari sebelumnya, Selasa
(25/8/2026).
Kedua titik terdampak, diantaranya Banjar Sekar Kejula, Desa
Yehembang Kauh (Mendoyo): 5.000 liter untuk 241 KK terdampak dan Banjar
Brawantangi Taman & Sarikuning, Desa Tukadaya (Melaya): 5.000 liter untuk
46 KK terdampak. (dik)
