Perspectives News

Memaknai Hari Kasih Sayang, Gubernur Koster Traktir Kopi Hingga Sediakan Layanan Kesehatan Gratis


Gubernur Koster berfoto dan menyapa pengunjung yang mengantri Kopi di Jenar Kopi Kaliasem, Sabtu (1/8). (Foto: ist) 

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS — Peringatan Rahina Tumpek Krulut yang dimaknai sebagai Rahina Tresna Asih (Hari Kasih Sayang) menurut Dresta Bali kembali diisi dengan aksi sosial yang menyentuh masyarakat. Pada peringatan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster turun langsung mentraktir kopi bagi anak muda dan masyarakat umum di Jenar Kopi Kaliasem, kawasan Titik Nol Kota Denpasar.

Kegiatan ini tidak hanya berpusat di Denpasar, melainkan juga diselenggarakan serentak di 14 UMKM lainnya yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Bali. Penambahan lokasi ini merupakan bentuk penyempurnaan dari perayaan periode sebelumnya yang hanya difokuskan pada beberapa titik.

Gubernur Koster menjelaskan bahwa pemilihan 15 lokasi UMKM tersebut diserahkan langsung kepada para bupati di tiap daerah, dengan instruksi khusus untuk memprioritaskan pusat perkumpulan generasi muda dan tempat yang menjajakan kopi lokal. Selain menggerakkan roda ekonomi pelaku UMKM, ruang interaksi ini menjadi sarana mendekatkan pemimpin daerah dengan masyarakat di tengah padatnya agenda pemerintahan. Koster pun membuka peluang untuk menambah jumlah UMKM yang dilibatkan pada perayaan Tumpek Krulut mendatang setelah melalui tahap evaluasi tahun ini.

Gubernur Koster memaparkan bahwa perayaan Tumpek Krulut merupakan bagian integral dari implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali berbasis ajaran Sad Kerthi. Filosofi Bali ini mencakup enam unsur penyucian alam semesta. Atma Kerthi (Penyucian jiwa), Danu Kerthi (Penyucian sumber air), Wana Kerthi (Penyucian hutan dan tumbuhan), Segara Kerthi (Penyucian lautan), Jagat Kerthi (Keharmonisan alam), dan Jana Kerthi (Memuliakan dan menghormati sesama manusia dengan rasa cinta kasih)

"Pertama, kita harus selalu bersyukur diberikan warisan budaya lokal Sad Kerthi. Khusus Tumpek Krulut, kita berfokus pada Jana Kerthi, yaitu memuliakan manusia melalui cinta kasih, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama," jelas Koster.

Menjawab pertanyaan terkait pembiayaan program tersebut, Koster memastikan seluruh anggaran pelaksanaan kegiatan memiliki sumber pendanaan yang jelas dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Yang penting semuanya ada sumbernya dan sesuai aturan,” katanya singkat saat menjawab pertanyaan mengenai pembiayaan program tersebut.

Selain kuliner gratis, rangkaian peringatan Tumpek Krulut juga dilengkapi dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Layanan ini mencakup pemeriksaan tekanan darah (tensi), kadar kolesterol, hingga cek gula darah.

Antusiasme warga terhadap fasilitas ini dinilai sangat positif. Koster sempat meninjau langsung pelaksanaan layanan kesehatan di Tabanan yang berjalan lancar meski dipersiapkan hanya dalam kurun beberapa hari. Ia berjanji akan mengemas acara ini secara lebih besar dan matang di tahun depan.

Di samping mengajak warga merawat kesehatan fisik, momentum Tumpek Krulut dimanfaatkan Gubernur Koster sebagai sarana refleksi untuk memperkuat nilai kemanusiaan, mengendalikan emosi, serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan perselisihan.

Koster secara khusus mengingatkan publik agar peristiwa kriminalitas di Baturiti beberapa waktu lalu dijadikan pelajaran berharga. Ia menekankan agar tidak ada lagi aksi kekerasan maupun tindakan main hakim sendiri yang mencederai kedamaian di Pulau Dewata. Momentum ini diharapkan mampu menegaskan kembali pentingnya cinta kasih dan adab dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kalau ada persoalan atau perbedaan, jangan sampai diselesaikan dengan pembunuhan atau main hakim sendiri. Itu tidak beradab dan tidak boleh terjadi lagi di Bali. Jadikan peristiwa itu sebagai pelajaran bagi kita semua. Momentum Tumpek Krulut ini mengingatkan kita untuk semakin mengedepankan cinta kasih dan kemanusiaan,” pungkasnya.  (*) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama