Ketua Bidang Organisasi Pengurus Besar Perbakin, Herman
Chaniago MM (no.4 dari kanan) dan Sekum KONI Bali I Ketut Jagrasunu (no.3 dari
kanan) berfoto bersama peserta Musprov Perbakin Bali, Sabtu (1/8/2026) (Foto:
djo)
DENPASAR,
PERSPECTIVESNEWS – Pengprov Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu
Indonesia (Perbakin) Bali diakui sebagai daerah yang berhasil mencetak atlet
menembak berkualitas dan kerap mewakili Indonesia ke ajang internasional.
Demikian disampaikan Ketua Bidang Organisasi Pengurus Besar
Perbakin, Herman Chaniago MM saat ditemui seusai membuka Musprov Pengprov
Perbakin Bali di Denpasar, Sabtu (1/8/2026).
“Cabang olahraga menembak Bali prestasinya cukup bagus di
tingkat nasional, bahkan ada atlet menembak Bali yang dipercaya mewakili
Indonesia ke event internasional,” ucap Herman Chaniago.
Karena itu, lanjut dia, Musyawarah Provinsi Perbakin Bali
tidak saja melahirkan kepengurusan yang solid tetapi juga mampu memunculkan
program kerja yang baik pula untuk perkembangan olahraga menembak Bali.
Herman Chaniago minta
agar Musprov Perbakin melakukan evaluasi terhadap program kerja yang disusun
empat tahun lalu dan realisasinya sudah sejauh mana.
“Susun program yang baik, evaluasi yang sebelumnya karena
Perbakin Bali sebenarnya sudah cukup baik dan ke depannya agar lebih baik lagi,
yang nantinya bisa membawa kemajuan bagi cabor menembak, misalnya melahirkan
atlet menembak yang bisa dikontribusikan ke nasional,” pitanya.
Herman Chaniago tak memungkiri bahwa Bali menjadi salah satu
sentra menembak di Indonesia. Dalam konteks ini diperlukan pendekatan mental bagi
atlet menembak Bali dalam bertanding agar lebih kuat lagi. Ia menambahkan, pendekatan
sport science perlu dilakukan dengan tidak mengabaikan pendekatan mental dan
koordinasi.
Ia juga mengingatkan kepada Pengprov Perbakin Bali hasil
Musprov nanti agar mempersiapkan sebaik mungkin atletnya menyongsong Babak
Kualifikasi PON agar bisa meloloskan petembaknya ke PON tahun 2028.
Senada dengan Herman Chaniago, Sekum KONI Bali I Ketut
Jagrasunu juga berharap Perbakin Bali mampu lebih baik dari PON 2024, apalagi
nomor-nomor yang dipertandingkan di PON nanti sama dengan cabor atletik dan
renang.
“Kita tidak boleh jadi penonton tetapi harus mengambil
peluang untuk berprestasi lebih baik lagi dari PON sebelumnya,” ujar Jagrasunu.
Ia mengakui untuk berprestasi lebih baik harus ditunjang adanya
infrastruktur memadai. Di Bali sendiri, lanjut dia, lapangan tembak sangat
terbatas. Tetapi dengan menggelar Porprov Bali tiap dua tahun sekali, paling
tidak tuan rumah harus mempersiapkan infrastruktur termasuk lapangan tembak
yang memadai. (djo)
