DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Dewan Pengurus Nasional (DPN) KORPRI memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Pemerintah Kota Denpasar dan KORPRI Kota Denpasar dalam mengimplementasikan program gotong royong kepedulian sosial bertajuk "Sembagi Arutala".
Pujian tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum DPN KORPRI, Prof. Dr. Zudan Arif Fahrulloh, di hadapan Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, saat kegiatan Pengukuhan Pergantian Antar Waktu (PAW) Dewan Pengurus KORPRI Kota Denpasar yang dirangkaikan dengan peluncuran Gerakan Sembagi Arutala di Ruang Taksu Gedung Dharma Negara Alaya, Jumat (7/8).
Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa; Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya; Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Pusat, Dr. Agung Nugroho; Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Bali Nusra, I Nyoman Suarjana; serta jajaran pimpinan OPD terkait lainnya.
Prof. Zudan menyampaikan bahwa program Sembagi Arutala merupakan inovasi yang sukses menghimpun kepedulian Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mensubsidi iuran jaminan sosial bagi pekerja rentan di sektor informal. Hingga saat ini, program tersebut telah memberikan cakupan perlindungan (coverage) jaminan sosial ketenagakerjaan kepada lebih dari 12.000 pekerja rentan di Kota Denpasar melalui keikhlasan anggota KORPRI yang rutin menyisihkan sebagian penghasilannya setiap bulan.
"Bukan terletak pada besarnya nominal uang yang disumbangkan, melainkan kebesaran hati rekan-rekan anggota KORPRI Kota Denpasar di bawah bimbingan Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota. Gotong royong adalah fondasi utama yang membuat bangsa Indonesia tangguh bertahan hingga 81 tahun. Kebesaran hati untuk berbagi ini nyata tercermin di Kota Denpasar," ujarnya.
Atas keberhasilan dan manfaat konkret tersebut, DPN KORPRI berkomitmen memboyong praktik baik (best practice) Sembagi Arutala untuk diangkat menjadi gerakan nasional melalui program "KORPRI Berbagi". Dengan populasi ASN di Indonesia yang mencapai sekitar 6,7 juta pegawai, skema gerakan satu ASN melindungi satu pekerja rentan (1:1) berpotensi membuka akses jaring pengaman sosial berbasis kepedulian ASN bagi 6,7 juta pekerja rentan di seluruh Indonesia.
Selain itu, Prof. Zudan juga mengapresiasi kepemimpinan Pemerintah Kota Denpasar yang dinilai konsisten memperhatikan kesejahteraan pegawai.
“Saya mengapresiasi kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar yang dinilai konsisten menjaga kesejahteraan ASN melalui kelancaran Tunjangan Kinerja (Tukin) dan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP), serta menciptakan iklim kerja yang harmonis”, ungkapnya.
Ia pun menekankan pentingnya peran pemimpin dalam membangun suasana kerja yang kondusif guna mengoptimalkan kinerja pelayanan publik.
"Tugas utama seorang pimpinan adalah membuat anak buahnya senang dan tenang. Ambil hatinya terlebih dahulu. Jika hati para ASN sudah tersentuh dan lingkungan kerjanya kondusif, maka kinerja terbaik akan hadir secara alami. Kehadiran pimpinan pun harus selalu dirasakan—baik hadir secara fisik maupun hadir melalui karya nyata," tutup Prof. Zudan.
Sementara itu, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menegaskan komitmen Pemkot Denpasar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat jaminan dan perlindungan sosial bagi para aparaturnya.
Wali Kota Jaya Negara menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Prof. Dr. Zudan Arif Fahrulloh, S.H., M.H., yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, di tengah padatnya agenda internasional.
"Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Prof. Zudan yang telah meluangkan waktu hadir di Kota Denpasar di tengah kesibukan beliau setelah menghadiri konferensi keprofesian tingkat Asia di Kamboja," ujarnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota juga menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian efektivitas tata kelola pemerintahan di Kota Denpasar. Menurutnya, berbagai penghargaan nasional yang diraih merupakan buah kerja keras seluruh jajaran ASN dan non-ASN.
Capaian menonjol Pemkot Denpasar di antaranya yakni Indeks Reformasi Birokrasi yang mencapai angka 95, Pelaksanaan Otonomi Daerah yang konsisten berada di peringkat 10 besar nasional, serta Indeks Inovasi Daerah yang berturut-turut meraih predikat terbaik nasional.
"Kami yang menerima penghargaan di Jakarta, namun yang bekerja keras di lapangan adalah para pegawai dan aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Merupakan suatu kebanggaan memiliki tim yang tangguh, pekerja keras, dan berintegritas," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa jajaran Pemkot Denpasar tidak hanya menjalankan fungsi birokrasi, tetapi juga bergerak aktif hingga ke tingkat desa dan kelurahan sebagai bapak angkat untuk menangani isu kebersihan, lingkungan, hingga masalah sosial masyarakat.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan pegawai, Pemkot Denpasar bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan program "Sembako Korpri" dan memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial. Hingga saat ini, sebanyak 12.100 ASN (PPPK) di lingkungan Pemkot Denpasar telah terdaftar dan dilindungi oleh program BPJS Ketenagakerjaan sebagai bukti nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan rasa aman dan apresiasi atas dedikasi pegawainya. (Ays/Prokopim.Dps)