Perspectives News

Sambut Dekranasda Bali Fashion Road Show, Ny. Antari Jaya Negara Ajak Masyarakat Bangga Pakai Wastra Lokal


Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, menghadiri Pelaksanaan Dekranasda Bali Fashion Road Show yang digelar Dekranasda Provinsi Bali, di Gedung Dharma Negara Alaya, Lumintang Denpasar, Rabu (12/8). (Foto: HumasDps) 

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali menggelar Dekranasda Bali Fashion Road Show bertema “Wastra Hitakara” di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Lumintang, Denpasar, Rabu (12/8). Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi desainer, perajin, serta pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan UMKM untuk mengenalkan karya sekaligus memperluas jangkauan pasar produk lokal.

Kehadiran Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, disambut langsung oleh Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Organisasi Wanita Forkopimda Provinsi Bali, pimpinan OPD Provinsi Bali dan Kota Denpasar, serta jajaran undangan lainnya.

Program Fashion Road Show yang diinisiasi oleh Ny. Putri Koster ini merupakan bentuk pengembangan berkesinambungan dari Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) dan Dekranasda Bali Fashion Day (DBFD) guna membangun promosi wastra Bali secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Ny. Putri Koster menjelaskan bahwa Fashion Day diselenggarakan secara rutin untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap kain tenun tradisional, Fashion Week sebagai ruang ekspresi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, sedangkan Fashion Road Show berfungsi mendekatkan karya desainer dan produk IKM langsung ke tengah masyarakat.

“Jika sesuatu dilakukan secara kontinu dan konsisten, barulah kita mendapatkan hasil. Wastra Bali tidak hanya memberikan keindahan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” ujar Ny. Putri Koster.

Ia menambahkan, pengembangan fesyen berbasis wastra diharapkan mampu menggerakkan ekosistem ekonomi kreatif secara menyeluruh. Perkembangan karya desainer akan memberikan dampak ekonomi langsung bagi penenun, penjahit, koreografer, pemusik, hingga model lokal.

Dalam pelaksanaannya, peragaan busana dipadukan dengan iringan musik karya seniman Bali serta menampilkan busana tradisional dari berbagai daerah demi menjaga kekayaan adat dan budaya. Kendati beberapa desainer Bali telah menembus panggung internasional, Ny. Putri Koster menegaskan bahwa penguatan pasar lokal tetap menjadi prioritas utama. Masyarakat Bali dan Indonesia diharapkan dapat lebih dahulu mengenal, mencintai, dan mengonsumsi karya desainer serta produk IKM dari daerahnya sendiri.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, mengapresiasi penunjukan Kota Denpasar sebagai salah satu tuan rumah Fashion Road Show. Menurutnya, momentum ini sangat krusial untuk mempertemukan kreativitas desainer dengan masyarakat serta memperkokoh posisi IKM dan UMKM lokal.

“Atas nama Pemerintah Kota Denpasar dan Dekranasda Kota Denpasar, saya mengucapkan selamat datang di Dharma Negara Alaya. Gedung ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang kreativitas dan tempat bersemayamnya taksu anak-anak muda serta pelaku seni kreatif Kota Denpasar,” ungkap Ny. Antari Jaya Negara.

Ia mengapresiasi tinggi para desainer dan perajin yang berhasil merangkai kekuatan tradisi menjadi busana modern tanpa kehilangan identitas Bali. Menurutnya, wastra Bali bukan sekadar bentangan kain, melainkan warisan budaya yang memuat nilai, dedikasi, dan kelangsungan hidup para perajin. Oleh sebab itu, pelestarian wastra harus diwujudkan dalam penggunaan sehari-hari.

“Mencintai wastra Bali adalah cara paling nyata kita menjaga warisan leluhur. Ketika kita memakai kain tradisional Bali, kita tidak hanya berbusana, tetapi juga sedang menghidupkan dapur para perajin lokal dan menjaga nyala kebudayaan kita tetap bersinar,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Ny. Sagung Antari berharap kolaborasi ini dapat terus berkelanjutan sehingga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi para pelaku kreatif di balik setiap karya.

“Mari kita bangga memakai kain lokal, bangga membeli produk IKM/UMKM kita sendiri, dan menjadikannya bagian dari gaya hidup sehari-hari,” ajaknya.

Melalui sinergi ini, wastra Bali diharapkan dapat terus hidup, berkembang, dan menjadi pilar industri kreatif yang menghadirkan kesejahteraan nyata bagi masyarakat. (Pur/humasdps)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama