Perspectives News

Bayar Nazar Kelahiran Seorang Putra, Polisi Jembrana Jalan Kaki Puluhan Kilometer

 

I Komang Sumada (48) berjalan kaki puluhan kilometer dari rumahnya hari Jumat (7/8/2026) menuju tanah kelahirannya Desa Asah Duren, Kecamatan Pekutatan untuk membayar nazar. (Foto: ist/perspectivesnews)

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Demi menunaikan nazar (sesangi) atas kelahiran putra pertamanya, seorang anggota polisi berpangkat Aiptu di Jembrana rela menempuh perjalanan melintasi antarkecamatan dengan berjalan kaki sejauh 38 kilometer.

I Komang Sumada (48), personel Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, memulai aksi jalan kakinya pada Jumat (7/8/2026) malam sekitar pukul 18.45 Wita. Berangkat dari kediamannya di LC Kelurahan Dauh Waru, ia menargetkan sampai di tanah kelahirannya di Desa Asah Duren, Kecamatan Pekutatan pada Sabtu (8/8/2026) pagi.

Dengan tas gendong berisi perbekalan seadanya serta bendera Merah Putih yang terikat erat, Sumada melangkah mantap membelah malam Jembrana.

Aksi nekad namun penuh rasa syukur ini dipicu oleh terpenuhinya doa panjang Sumada dan sang istri, Putu Ani Pristiawati (41). Setelah dikaruniai tiga anak perempuan yang kini masing-masing duduk di bangku SMA, SMP, dan SD, pasangan ini sangat merindukan kehadiran seorang anak laki-laki.

"Jarak anak ketiga dan keempat kami cukup jauh, yakni sembilan tahun. Selama sembilan tahun ini saya sangat berharap mendapatkan anak laki-laki. Astungkara, Tuhan menjawab doa kami dengan memberikan anugerah terindah," ujar Sumada saat ditemui di sela keberangkatannya.

Janji itu dicetuskan Sumada ketika usia kandungan istrinya menginjak tiga hingga empat bulan. Ia berniat berjalan kaki dari rumahnya menuju rumah masa kecil yang kini ditempati orang tuanya jika anak keempat mereka lahir laki-laki serta anak dan istrinya selamat.

Meskipun sang buah hati akhirnya lahir melalui proses operasi patar (caesar) pada 17 Juli lalu, Sumada tetap menganggapnya sebagai keajaiban. Anak laki-lakinya lahir dengan sehat dan normal, begitu pula kondisi sang istri yang pulih dengan selamat.

Untuk membayar janji tersebut, ia memilih rute via jalan utama Jembrana-Pekutatan dan berencana beristirahat sejenak di rest area Pura Rambut Siwi sebelum melanjutkan perjalanan hingga garis akhir di Asah Duren.

Meskipun telah menempuh perjalanan jauh demi menyambut sang buah hati, Sumada mengaku saat ini belum meresmikan nama bayinya. Namun, ia telah menyiapkan nama indah untuk sang putra, yakni Ketut Dima Prasetya Kusuma Pangestu. (dik)

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama