(Ki-Ka) Len Wijaya – Ketua Umum World Convention Bali 2026, Djinhard – Senior Ambassador Full Gospel Indonesia, Dalie Sutanto – National President Full Gospel Indonesia, Fransis Owuso – International President Full Gospel, Anthony Putihrai – Director World Convention Bali 2026, Agus Surjanto – Ketua Acara World Convention Bali 2026. (Foto: Ist)
NUSA DUA, PERSPECTIVESNEWS- World Convention Full
Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) 2026 digelar di Bali.
Konferensi internasional ini dijadwalkan berlangsung pada 13 - 15 Agustus 2026,
di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua.
Dalam konferensi pers yang digelar di Frangipani Room, BICC
Nusa Dua, Selasa (11/8/2026), National President FGBMFI Indonesia, Dalie
Sutanto mengungkapkan antusiasmenya atas terselenggaranya acara ini.
Menurutnya, momentum ini sangat istimewa karena bertepatan
dengan perayaan 50 tahun kehadiran FGBMFI di Indonesia.
“Pertemuan ini akan mempertemukan sekitar 1.400 hingga
1.500 delegasi dari 48 negara. Event ini juga menjadi momentum perayaan 50
tahun Jubile,” ujar Dalie Sutanto.
Dalie menambahkan, konvensi kali ini mengusung tema besar,
yakni “One Fire, One Vision, For Acceleration”.
Tema ini dipilih untuk membakar kembali semangat pelayanan,
menyatukan visi para anggota, serta mendorong percepatan kemajuan dalam dunia
bisnis dan profesional.
“Pertemuan ini menjadi momentum bagi FGBMFI untuk
menyatakan dan menyalakan kembali semangat pelayanan, menyatukan visi, dan
mempercepat pergerakan di dunia bisnis dan profesional,” imbuhnya.
Selain dampak spiritual dan organisasional, kehadiran
ribuan delegasi dari berbagai negara diyakini akan memberikan kontribusi
positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi Bali.
Hotel dan pusat perbelanjaan di sekitar kawasan Nusa Dua
dipastikan akan merasakan dampak langsung dari tingginya okupansi para peserta
yang hadir bersama keluarga mereka.
Semangat pelayanan dan kerohanian
Sementara itu, ketika ditanya apakah ada pesan moral yang disampaikan
peserta konvensi terkait situasi geopolitik yang tidak menentu akibat petang
AS-Iran, Djinhard – Senior Ambassador Full Gospel Indonesia menyebutkan, yang
bisa dilakukan hanyalah berdoa agar situasi dunia ini membaik.
“Kita hanya bisa berdoa karena kita tidak berafiliasi
dengan politik tertentu, agama tertentu dan FGBMFI adalah organisasi nirlaba.
Jadi satu-satunya upaya adalah dengan berdoa,” sebutnya.
Dikatakan, pertemuan ini difokuskan secara khusus untuk
menyalakan kembali api pelayanan, menyatukan visi strategis, serta mempercepat
pergerakan positif dalam kehidupan rohani maupun profesional para anggotanya di
seluruh dunia.
Panitia penyelenggara menekankan bahwa usia emas setengah
abad FGBMFI menjadi titik tolak yang sangat krusial bagi para anggotanya untuk
merenungkan kembali panggilan pelayanan di tengah dinamika dunia modern.
Konvensi ini dirancang untuk membangkitkan gairah rohani
yang berlandaskan pada integritas, kasih, dan ketulusan dalam melayani sesama,
baik di lingkungan keluarga, gereja, maupun di tengah kerasnya persaingan dunia
usaha.
“Melalui momentum 50th Jubilee ini, kami ingin menyalakan
kembali api pelayanan yang tulus di hati setiap pengusaha dan profesional. Visi
besar ini menuntut penyatuan gerak langkah agar kita dapat melakukan akselerasi
dalam membawa dampak positif bagi masyarakat luas,” ungkap Len Wijaya, Ketua
Umum World Convention Bali 2026.
Dia menjelaskan, semangat pelayanan tersebut diterjemahkan
melalui berbagai sesi retret rohani, khotbah inspiratif, dan diskusi mendalam
yang dipimpin langsung oleh para rohaniwan terkemuka dunia dan nasional.
Kehadiran para pemimpin rohani ini memberikan penguatan
mental dan spiritual yang mendalam bagi ribuan delegasi yang hadir.
Untuk memperkuat esensi pelayanan yang holistik, konvensi
ini menghadirkan deretan tokoh rohani lintas latar belakang yang memiliki rekam
jejak pelayanan luas.
Di antaranya adalah Romo Koko, pastor Katolik yang aktif
melayani lintas negara; Ps. Juan Mogi selaku gembala senior GBI Gilgal Jakarta;
serta Ps. Rubin Adi Abraham yang menjabat sebagai Ketua Sinode GBI sekaligus
gembala sidang GBI Mekarwangi Bandung.
Selain itu, turut hadir pula Ps. Harliem Salim dari Gereja
Kristen Indonesia (GKI) yang juga memegang peran sebagai koordinator wilayah
Asia Pasifik; Ps. Lito Samsriwi dari Care City Church Jakarta; serta tokoh
rohani senior asal Bali, Ps. Timotius Arifin.
Para pemimpin rohani ini membimbing para delegasi untuk
mengintegrasikan semangat pelayanan ke dalam setiap aspek kehidupan
sehari-hari.
Tidak hanya dari kalangan rohaniawan, konvensi ini juga
menghadirkan para pemimpin korporasi besar seperti CEO Citibank Batara Sianturi
dan Anthony Putihrai dari Tamara Corporation.
Kehadiran para praktisi bisnis papan atas ini melengkapi
sesi pembinaan dengan menunjukkan bagaimana nilai-nilai pelayanan, etika, dan
integritas iman dapat diterapkan secara nyata di dalam dunia kerja profesional
(marketplace approach).
Sebagai organisasi interdenominasi yang di Indonesia
dikenal dengan nama Perkumpulan Usahawan Injil Sepenuhnya Indonesia (PUISI),
FGBMFI terus berkomitmen untuk membina para pengusaha dan profesional mandiri
secara utuh.
Organisasi ini menegaskan bahwa kesuksesan finansial harus
berjalan seiring dengan panggilan untuk melayani masyarakat dan memberikan
kontribusi berarti bagi lingkungan sekitar.
Melalui penyelenggaraan konvensi di Bali ini, FGBMFI
optimistis para delegasi dari 48 negara akan kembali ke negara asal
masing-masing dengan membawa nyala api pelayanan yang baru.
Semangat tersebut diharapkan mampu mentransformasi
komunitas global menjadi wadah pengusaha yang tidak hanya berorientasi pada
pencapaian bisnis, tetapi juga pada ketulusan melayani sesama. (lan/*)
