Perspectives News

Anthony Putihrai Jadi Pembicara di FGBMFI Bali 2026, Dari Pembentukan Koperasi hingga Dukung Ekspansi UMKM

 


Anthony Putihrai selaku Director World Convention Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) Bali 2026. (Foto: perspectives) 

NUSA DUA, PERSPECTIVESNEWS- Anthony Putihrai selaku Director World Convention Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) Bali 2026, akan menjadi pembicara dengan bahasan terkait pembentukan koperasi dan dukungannya terhadap ekspansi pengusaha UMKM anggota Gospel.

“Nanti tanggal 14 Agustus, saya menjadi pembicara membawakan materi terkait pembentukan koperasi dan UMKM. Tentang bagaimana membentuk koperasi (bukan organisasi) dari pribadi atau individu yang nantinya untuk melayani ekspansi usaha anggota Gospel,” terang Anthony yang juga menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Alpha Putihrai Capital dan Tamara Grup ini.

Namun, lanjut Anthony, untuk di awal, anggota koperasi masih fokus (close loop) hanya untuk pengusaha Kristen anggota Gospel. Jika koperasi sudah berjalan baik maka tidak menutup kemungkinan akan dibuka untuk seluruh masyarakat Indonesia.  

“Kami merasa bahwa inilah saatnya kita perlu mensupport teman-teman anggota Gospel untuk membesarkan ekspansi usahanya. Kita tahu, untuk mendapatkan modal dari KUR saja susah. Parahnya lagi ketika pengusaha mikro dan kecil larinya ke pinjol dengan bunga sangat tinggi, 0,33 persen per hari. Dan kami sedang merancang untuk memberikan pinjaman dengan 12 persen per tahun. Jadi sangat membantu,” kata Anthony usai presscon World Convention FGBMFI 2026, di Nusa Dua, Bali, Selasa (11/8/2026).

Anthony mengaku koperasi ini akan dijalankan secara transparan sesuai prinsip koperasi yang dibangun seperti umumnya. Dan ini merupakan pilot project yang bisa dinilai sebagai solusi termudah dibandingkan harus mendirikan bank. Selain membutuhkan modal besar, juga tidak mudah. Bunga pinjaman yang dibebankan pun cukup tinggi.

“Di bank pasar saja, bunga pinjaman bisa mencapai 18-24 persen per tahun. Maka dengan adanya koperasi nantinya, diharapkan bisa membantu. Kami mengajak orang-orang yang tergerak hatinya bisa bergabung dan menginvestasikan dananya ke koperasi dengan imbalan bunga sebesar 6 persen per tahun,” jelas Anthony.

Saat ini, lanjut Anthony, sudah ada 3 kandidat (di Jakarta dan Surbaya) yang akan mengembangkan usahanya. Dua UMKM di bidang F&B serta satu UMKM di bidang perbengkelan sementara pembiayaan atau modal usaha berasal dari 10 founder (pemilik modal) dengan total dana mendekati Rp 1 milyar.

“Dari 10 pendiri tersebut, terkumpul dana/modal setor mendekati Rp 1 milyar. Meskipun masih terbilang kecil, tapi dari semangat membantu itulah yang membuat kita harus terus melangkah. Kita tak mau hanya bicara kerohanian atau keimanan yang tercantum dalam ayat-ayat saja. Harus dibuktikan dengan kerja nyata,” tutup Anthony Putihrai.

Seperti diketahui, konvensi internasional FGBMFI 2026 dijadwalkan berlangsung pada 13 - 15 Agustus 2026, di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua. (lan)

   

 

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama