Kondisi warung milik Suroso (75) di Lingkungan Arum Barat Gang I, Kelurahan Gilimanuk, usai dihantam bus yang nekat masuk gang permukiman, Selasa (15/9/2026) petang. (Foto: Lurah Gilimanuk).
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Proyek revitalisasi
movable bridge (MB) 2 di Pelabuhan Gilimanuk kembali memicu kekecewaan warga.
Akibat kemacetan panjang di jalur utama, bus besar nekat menerobos gang sempit
di pemukiman padat penduduk hingga menghantam sebuah warung di Lingkungan Arum
Barat Gang I, Kelurahan Gilimanuk, Selasa (15/9/2026) petang.
Atap depan warung milik Suroso (75) warga kurang mampu
kategori Desil 1, mengalami kerusakan. Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony
Wirahadikusuma, membenarkan insiden tersebut dan menyebut kerugian ditaksir
mencapai Rp500 ribu.
"Kemarin pengurus bus sudah memberikan ganti rugi untuk
biaya perbaikan warung," ujar Tony, Rabu (16/9/2026).
Insiden ini memperpanjang deretan keluhan masyarakat
setempat. Penumpukan kendaraan logistik dan bus menuju pelabuhan membuat para
pengemudi nekat mengambil jalur pintas melalui gang yang hanya layak dilintasi
kendaraan kecil.
Selain mengancam keselamatan warga, kendaraan berat tersebut
merusak fasilitas umum, menghancurkan jalan beton hasil swadaya masyarakat,
hingga menyangkut kabel listrik dan internet yang melintang.
Merespons keresahan warga, pihak kelurahan mengambil langkah
tegas dengan menggelar rapat koordinasi bersama Polsek Kawasan Pelabuhan
Gilimanuk, Dinas Perhubungan, dan pihak ASDP.
Langkah ini diambil untuk menutup akses jalan lingkungan
bagi armada berukuran besar demi menjaga keamanan pemukiman. (dik)
