JAKARTA,
PERSPECTIVESNEWS- Rumah bukan sekadar tempat tinggal, tetapi ruang bagi
individu maupun keluarga untuk menjalani berbagai aktivitas sehari-hari. Karena
itu, desain interior idealnya tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga
bagaimana sebuah ruang dapat mendukung cara penghuninya menjalani aktivitas
sehari-hari.
Berdasarkan
data Pinhome Indonesia Residential Property Market Report Semester 1 2026,
inventori rumah di Indonesia menunjukkan pertumbuhan, terutama pada rumah tipe
kecil dengan tipe <= 54 yang meningkat +13% dan tipe 55-120 tumbuh +10%.
Pertumbuhan
inventori rumah dengan luas yang relatif terbatas ini menunjukkan bahwa
optimalisasi ruang dengan penataan interior menjadi semakin relevan bagi
pemilik rumah, khususnya rumah tipe kecil.
Dalam kondisi
tersebut, layout menjadi fondasi utama dalam menata interior, karena dari
layout dapat ditentukan bagaimana setiap aktivitas akan berlangsung di dalam
rumah. Misalnya, area kerja perlu dirancang berdasarkan bagaimana penghuninya
bekerja, sementara area kitchen perlu mempertimbangkan bagaimana aktivitas
memasak dilakukan.
Bahkan, detail
sederhana seperti apakah seseorang lebih nyaman menggunakan tangan kanan atau
kiri dapat memengaruhi penempatan furniture maupun alur pergerakan di dalam
ruangan.
“Dalam menata
interior, kita perlu melihat terlebih dahulu bagaimana ruang tersebut akan
digunakan dan siapa yang akan menggunakannya. Setelah layout ditentukan,
barulah kita bisa menyesuaikan pemilihan dan penempatan furniture, storage,
warna, hingga elemen dekorasi lainnya,” ujar Rani, Interior Design &
Project Manager Pinhome Interior.
Pendekatan
yang mengutamakan fungsi ini juga dapat diterapkan melalui pemilihan furnitur
dan storage yang tepat. Memilih furnitur double function yang dapat
memenuhi lebih dari satu kebutuhan dalam satu barang menjadi pilihan tepat
sehingga tidak perlu membeli terlalu banyak furnitur sekaligus efisiensi budget.
Sementara itu,
built-in atau custom furnitur memungkinkan storage disesuaikan
dengan kondisi ruangan, termasuk memanfaatkan area vertikal yang sebelumnya
tidak terpakai. Dengan perencanaan yang tepat, setiap pembelian dapat lebih
terarah sehingga rumah tetap nyaman, fungsional, dan tidak terasa penuh.
Salah satu
konsep yang masih menjadi pilihan populer adalah modern minimalis yang menjadi
pilihan populer di kalangan klien Pinhome Interior, dengan sekitar 80% klien
memilih konsep ini.
Meski kerap
dipersepsikan sebagai desain yang clean, kosong, atau minim barang,
modern minimalis sebenarnya menekankan pada kesederhanaan bentuk, ruang yang
terasa lebih terbuka, dan fungsi yang optimal.
Aksen dan
detail yang subtle tetap dapat dihadirkan untuk memberikan karakter
tanpa membuat ruangan terasa berlebihan.
“Modern
minimalis bukan berarti semuanya harus putih atau rumah harus terlihat kosong.
Kita tetap bisa memiliki barang dan memberikan aksen melalui bentuk, detail,
maupun elemen interior. Yang penting, setiap elemen memiliki fungsi dan
ditempatkan sesuai kebutuhan,” tambah Rani.
Pada akhirnya,
menerapkan konsep interior seperti modern minimalis bukan sekedar tentang
mengikuti gaya tertentu, tetapi bagaimana setiap kebutuhan dapat terakomodasi
dengan baik dan setiap elemen memiliki fungsi serta tempatnya masing-masing.
Karena itu, desain interior sebaiknya dimulai dengan memahami kebutuhan dan
gaya hidup penghuni untuk menciptakan ruang yang benar-benar sesuai dengan cara
mereka menjalani aktivitas sehari-hari.
Sesuai Cara
Penghuninya Hidup
“Di Pinhome
Interior, kami percaya bahwa interior yang baik tidak hanya tentang mengikuti
satu gaya tertentu, tetapi tentang menciptakan ruang yang sesuai dengan cara
penghuninya hidup. Karena itu, kami menyesuaikan desain dengan kebutuhan setiap
klien dan menghadirkan fleksibilitas untuk berbagai skala kebutuhan, mulai dari
pekerjaan kecil hingga renovasi dan proyek interior yang lebih kompleks,”
ungkap Dayu Dara Permata, CEO & Founder Pinhome. (*)