Tingkatkan Kualitas Layanan Publik, Wawali Arya Wibawa Minta Perumda Tirta Sewakadarma Pacu Transformasi Digital


Wawali Arya Wibawa saat melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Perumda Air Minum Tirta Sewakadharma Kota Denpasar, Jumat (18/9). (Foto: HumasDps) 

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat pengawasan dan kinerja perusahaan daerah sebagai ujung tombak pelayanan publik. Terbaru, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mendorong Perumda Air Minum Tirta Sewakadharma Kota Denpasar untuk mengakselerasi transformasi digital, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat kualitas pelayanan dan tata kelola perusahaan agar semakin efektif dan adaptif.

Dorongan tersebut disampaikan Wawali Arya Wibawa saat melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Perumda Air Minum Tirta Sewakadharma Kota Denpasar, Jumat (18/9). Agendanya ini merupakan bagian dari monitoring berkala Pemkot Denpasar, setelah sebelumnya menyasar Perumda Pasar Sewakadarma dan Perumda Bhukti Praja Sewakadarma.

Kunjungan kerja ini turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Adhi Merta, jajaran Dewan Pengawas, Direksi Perumda Air Minum Tirta Sewakadharma, serta pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemkot Denpasar.

Dalam arahannya, Arya Wibawa menegaskan bahwa perusahaan daerah memegang peran strategis karena berhadapan langsung dengan masyarakat dan menjadi representasi Pemkot Denpasar.

"Perusahaan daerah ini mewakili wajah Pemerintah Kota Denpasar dan menjadi garda terdepan yang langsung bertemu dengan masyarakat. Untuk itu kami memberikan perhatian terhadap pertemuan hari ini, terutama untuk melihat dan memperbaiki apabila masih diperlukan peningkatan pelayanan kepada masyarakat," ujar Arya Wibawa.

Ia menekankan pentingnya pelaksanaan program kerja sesuai dengan timeline yang telah ditetapkan, pemetaan isu lapangan, serta koordinasi teknis yang solid lintas perangkat daerah.

"Untuk hal-hal teknis agar dikoordinasikan dengan baik, apa saja program yang akan dikerjakan dan kemudian disinergikan melalui rapat lintas perangkat daerah. Dengan demikian setiap program dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," imbuhnya.

Lebih jauh, Arya Wibawa menggarisbawahi tiga pilar utama penguatan BUMD tersebut, yakni integritas (bersih, jujur, beretika, netral, dan terpercaya), profesionalisme (peningkatan kompetensi, kedisiplinan, kecepatan kerja, dan adaptabilitas), serta modernisasi teknologi.

"Transformasi digital juga harus diperkuat. Jangan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus menjadi penggerak transformasi digital pemerintahan dan pelayanan publik," tegasnya.

Ia juga meminta agar data historis pengaduan masyarakat dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan evaluasi kinerja.

"Data pengaduan masyarakat harus menjadi bahan evaluasi. Dari sana kita bisa melihat apa yang perlu diperbaiki dan bagaimana meningkatkan pelayanan. Mari kita bangun Kota Denpasar dengan tulus dan ikhlas berlandaskan spirit Vasudhaiva Kutumbakam. Tulus kita bekerja dan terus berinovasi agar nantinya dapat meninggalkan legacy yang baik," tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Adhi Merta mengapresiasi capaian Perumda Tirta Sewakadharma yang meraih penilaian baik dari sejumlah kementerian serta tren positif survei kepuasan pelanggan.

Ida Bagus Alit Adhi Merta mengingatkan agar sinergi lintas OPD terus diperkuat guna memperluas cakupan layanan dan menjaga ketersediaan pasokan air yang berdampak pada kesehatan masyarakat.

"Sekiranya ada hal-hal yang perlu disampaikan, terutama terkait posisi dan bagaimana cakupan layanan kita, diharapkan sinergi serta kolaborasi lintas OPD dapat terus ditingkatkan," ujarnya.

Ia menambahkan, kualitas air turut berkaitan langsung dengan isu kesehatan, termasuk upaya penanganan stunting.

"Selain itu, kualitas pelayanan harus terus ditingkatkan, terutama kecepatan dalam merespons pengaduan masyarakat. Standar penanganan pengaduan perlu diperkuat dan menjadi komitmen bersama. Perumda Tirta Sewakadharma juga harus terus menjaga status sebagai perusahaan yang sehat," jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Sewakadharma Kota Denpasar I Putu Yasa memaparkan kondisi terkini perusahaan per Agustus 2026. Saat ini, perusahaan melayani 92.600 sambungan rumah (SR) dengan operasional 24 jam.

"Untuk kapasitas produksi terdiri dari sumur bor sebanyak 19 unit dengan kapasitas 356,07 liter per detik, air permukaan dengan total kapasitas 871,79 liter per detik, serta kerja sama pengaliran dengan SPAM Regional dengan kapasitas 107,2 liter per detik," terang Putu Yasa.

Putu Yasa menambahkan, indeks kepuasan pelanggan pada tahun 2026 mencatatkan skor 82,3 (kategori baik). Sementara hasil penilaian Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK) tahun 2024 oleh Perwakilan BPKP Provinsi Bali memperoleh nilai 80,33 percent dengan kriteria "Berubah", yang mencakup pilar kapabilitas pengelolaan risiko korupsi, strategi pencegahan, hingga penanganan kejadian korupsi.

"Selain itu, kami juga terus menjalankan berbagai program, di antaranya program peningkatan produksi, program transmisi dan distribusi, serta program peningkatan cakupan pelayanan. Hal ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Kota Denpasar," ujar Putu Yasa. (humas.dps/esa-toblo)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama