Tampak dari udara Gedung Rektorat Universitas Udayana di Kampus Jimbaran, Bali. Unud menerapkan perkuliahan daring dan sistem bekerja dari rumah (WFH) pada 14 hingga 16 Oktober 2026 sebagai langkah antisipasi terhadap situasi ketersediaan BBM di Bali. (Foto: Humas Unud)
DENPASAR,
PERSPECTIVESNEWS - Universitas Udayana mengambil langkah antisipatif
menyikapi situasi ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali dengan
menerapkan perkuliahan daring dan sistem bekerja dari rumah atau Work From Home
(WFH) pada 14 hingga 16 Oktober 2026.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Rektor Universitas
Udayana Nomor: B/9788/UN14/OT.01.00/2026 tertanggal 13 Oktober 2026.
Penyesuaian aktivitas kampus dilakukan untuk mengurangi mobilitas sivitas
akademika sekaligus memastikan kegiatan pendidikan dan pelayanan tetap berlangsung.
Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana,
S.T., Ph.D., melalui surat tersebut mengarahkan agar seluruh kegiatan
pendidikan dan pengajaran, termasuk perkuliahan, bimbingan akademik, serta
ujian dilaksanakan secara daring selama tiga hari.
Prof Sudarsana juga menekankan pentingnya menjaga
keberlangsungan proses pendidikan di tengah situasi yang memengaruhi aktivitas
masyarakat. Karena itu, pimpinan fakultas dan Sekolah Pascasarjana diminta
mengatur pelaksanaan teknis pembelajaran sesuai kebutuhan masing-masing.
Pengaturan tersebut mencakup jadwal perkuliahan, penggunaan
platform pembelajaran, pelaksanaan praktikum, hingga kegiatan akademik yang
membutuhkan kehadiran fisik. Penyesuaian ini diharapkan tidak menghambat
pencapaian pembelajaran mahasiswa.
Sementara itu, kegiatan administrasi dilaksanakan melalui
skema WFH. Setiap pimpinan unit kerja bertanggung jawab memastikan koordinasi
dan pelayanan kepada mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta masyarakat
tetap berjalan.
Meski memberlakukan WFH, Unud memastikan sejumlah layanan
yang membutuhkan kehadiran langsung tetap beroperasi. Layanan tersebut meliputi
RS Unud, RSGM Unud, RSH Unud, Klinik Unud, serta petugas keamanan, kebersihan,
teknisi, dan unit pelayanan darurat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari penyesuaian operasional
kampus terhadap kondisi ketersediaan BBM, terutama bagi mahasiswa dan pegawai
yang setiap hari harus melakukan perjalanan menuju lingkungan universitas.
Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus
terus mengupayakan percepatan distribusi BBM ke sejumlah SPBU di Bali.
Area Manager Communication, Relation, dan CSR Pertamina
Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa tambahan
pasokan telah didatangkan melalui kapal tanker. Pertamina juga mengoperasikan
terminal BBM selama 24 jam untuk mempercepat pemulihan distribusi.
"Memang setelah kapal sandar, tetap masih butuh waktu
untuk pemulihan suplai pengiriman BBM ke SPBU. Tidak bisa serta-merta ataupun
instan," jelas Ahad, Selasa (13/10/2026).
Pertamina menyebut upaya percepatan pengiriman BBM hingga 16
Oktober 2026 mencapai 26,2 juta liter. Masyarakat diimbau tetap tenang dan
membeli BBM sesuai kebutuhan.
Sementara itu, Universitas Udayana akan terus mengevaluasi
pelaksanaan perkuliahan daring dan WFH dengan mempertimbangkan perkembangan
ketersediaan BBM di Bali. Kebijakan tersebut dapat diperpanjang atau
disesuaikan apabila kondisi belum memungkinkan aktivitas kampus kembali normal.
(angga)
