Gubernur Bali Wayan Koster memberikan arahan kepada para pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dalam kegiatan psikotes yang berlangsung di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. (Foto: Angga)
DENPASAR,
PERSPECTIVESNEWS - Pemerintah Provinsi
Bali menggelar psikotes bagi sekitar 40 pejabat eselon II sebagai bagian
dari upaya pemetaan karakter, kepribadian, dan kemampuan kepemimpinan aparatur.
Kegiatan ini berlangsung di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Kampus
Sudirman, Denpasar, Selasa (20/10/2026).
Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, pelaksanaan psikotes
bertujuan memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai karakteristik setiap
pejabat. Hasil penilaian tersebut nantinya menjadi bahan pertimbangan dalam
pembinaan aparatur, pengembangan kapasitas kepemimpinan, dan peningkatan
efektivitas pelaksanaan program pemerintah daerah.
Menurut Koster, penilaian pejabat melalui sistem manajemen
talenta dan portofolio perlu dilengkapi dengan pemetaan psikologis. Hal itu
dinilai penting karena keberhasilan seorang kepala perangkat daerah tidak hanya
ditentukan oleh kompetensi teknis, tetapi juga kemampuan memimpin, mengambil
keputusan, dan membangun lingkungan kerja.
"Setiap orang itu ada unsur positifnya, ada unsur
negatifnya. Tergantung mana yang dominan yang akan berpengaruh terhadap
kinerjanya, dan juga ekosistemnya, lingkungan kerjanya," ujar Koster saat
memberikan arahan kepada peserta psikotes.
Berdasarkan jadwal pelaksanaan, psikotes berlangsung dalam
tiga sesi utama, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 Wita. Materi penilaian meliputi
pemetaan profil psikologis pegawai, deskripsi diri dan gaya kepemimpinan,
struktur kepribadian dan kebutuhan kerja, serta dinamika kepribadian dan
regulasi emosi.
Melalui rangkaian penilaian tersebut, Pemprov Bali berupaya
memperoleh informasi mengenai karakteristik psikologis pejabat yang dapat
digunakan untuk mendukung pengembangan kemampuan individu maupun organisasi.
Dalam kesempatan tersebut, Koster turut mengingatkan seluruh
kepala perangkat daerah untuk menjalankan program prioritas yang telah disusun
dalam matriks kerja masing-masing. Ia meminta para pejabat memahami arah
kebijakan pemerintah dan melaksanakan tugas secara konsisten.
Menurutnya, aparatur pemerintah tidak cukup hanya
menjalankan pekerjaan administratif dan memenuhi ketentuan jam kerja. Setiap
pejabat juga perlu memahami nilai-nilai pemerintahan dan visi pembangunan
Nangun Sat Kerthi Loka Bali agar mampu menerjemahkannya ke dalam pelaksanaan
program.
"Saya berharap dengan begitu nanti bisa lebih
responsif, lebih cepat, dan lebih tepat dalam menjalankan kebijakan yang tengah
saya lakukan," Tegas Koster.
Selain pejabat eselon II, Koster meminta Badan Kepegawaian
dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Bali mempersiapkan
pelaksanaan psikotes bagi pejabat eselon III dan IV. Ia menargetkan kegiatan
lanjutan tersebut dapat dilaksanakan sebelum akhir Desember 2026.
Koster juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Fakultas
Kedokteran Universitas Udayana atas pelaksanaan psikotes tersebut. Ia berharap
seluruh peserta mengikuti proses penilaian secara serius sehingga hasil yang
diperoleh dapat menggambarkan kondisi masing-masing individu dengan baik. (angga)
