Remaja Tenggelam di Keramas Ditemukan Meninggal Dunia

 

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban terseret arus di Pantai Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Senin (2/11/2026). (Foto: Basarnas Bali).

​GIANYAR, PERSPECTIVESNEWS- Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) hari kedua di Pantai Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali, akhirnya menemui titik terang. Korban terseret arus I Gede Yuda Pratama (19), warga asal Karangasem, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah sempat dilaporkan hilang saat mandi pada Minggu (1/11/2026) malam.

​Korban pertama kali terlihat oleh seorang personel Balawista yang mendapati sesosok tubuh mengapung di tengah gulungan ombak saat melakukan penyisiran darat pada Senin (2/11/2026) siang.

​Guna memperluas area pencarian sejak pagi hari, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar mengerahkan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Pelabuhan Benoa menuju perairan Pantai Keramas. Di samping itu, tim Search and Rescue Unit (SRU) darat memanfaatkan teknologi Drone Thermal serta menyisir sepanjang bibir pantai dari arah barat ke timur.

​"Pada pencarian hari kedua dari pagi ini, kami sudah menggerakkan 1 RIB dari Pelabuhan Benoa sampai ke Pantai Keramas. Selanjutnya, kami juga menerbangkan drone thermal dan penyisiran dari arah barat ke arah timur. Pukul 12.50 WITA, korban berhasil ditemukan di ombak, kemudian dievakuasi 100 meter ke arah timur dari titik awal korban tenggelam," ujar Koordinator Lapangan SAR, Made Widya Antara.

​Usai proses evakuasi berhasil dilakukan, jenazah I Gede Yuda Pratama langsung diberangkatkan menuju rumah duka menggunakan ambulans PMI Kabupaten Gianyar. Dengan ditemukannya korban, seluruh rangkaian Operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup.

Diberitakan sebelumnya, Tim SAR gabungan mengerahkan kekuatan penuh guna menemukan I Gede Yuda Pratama (19), seorang pemuda yang dilaporkan terseret arus di kawasan Pantai Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali. 

Peristiwa nahas yang terjadi pada Minggu (1/11/2026) sore tersebut bermula ketika korban nekat mandi di area pantai berarus berbahaya dan mengabaikan imbauan petugas keselamatan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Nyoman Sidakarya mengungkapkan, laporan hilangnya korban diterima dari Koordinator Balawista Pantai Lebih, Wayan Joni, pada pukul 19.05 Wita. Tak berselang lama, tepatnya pukul 19.25 Wita, lima personel Rescue langsung diterjunkan ke lokasi guna melakukan asesmen dan penyisiran awal.

​"Operasi SAR hari kedua ini difokuskan dengan menyisir perairan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) serta perahu karet untuk memperluas area pencarian korban," ujar Sidakarya, Senin (2/11/2026).

​Pihak SAR gabungan bersama unsur terkait terus mengoptimalkan seluruh sarana dan prasarana yang tersedia demi segera membuahkan hasil. Insiden ini kembali menjadi pengingat keras bagi masyarakat luas dan wisatawan agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, memperhatikan kondisi gelombang, serta mematuhi setiap arahan petugas pengawas pantai demi keselamatan bersama. (dik)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama