Mencetak Sarjana dari Balik Jeruji Lapas Perempuan Kerobokan dengan Beasiswa 100 Persen

 

Rektor ITB STIKOM Bali didampingi Wakil Rektor III I Made Sarjana foto bersama Kalapas Perempuan Kerobokan Ni Luh Putu Andiyani usai tandatang Nota Kesepahaman. (FOTO: Humas ITB STIKOM)

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS - Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan kembali menggulirkan ide cemerlang. Setelah mengirim ratusan anak muda kuliah sambil magang di luar negeri sejak tahun 2018, kini Dadang Hermawan memberikan beasiswa 100 persen bagi perempuan muda yang sedang menjalani masa tahanan di Lapas Perempuan Kelas II A Kerobokan, Denpasar untuk melanjutkan kuliah di ITB STIKOM Bali.

Hal itu tertuang dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh Dadang Hermawan dan Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Keroboakan, Ni Luh Putu Andiyani, Selasa (6/2/2024).

Dadang Hermawan yang juga caleg DPR RI Nomor Urut 4 dari Partai Demokrat Dapil Bali, dalam sambutannya menegaskan kerja sama ini bertujuan untuk membantu warga binaan perempuan, terutama yang berusia muda agar bisa melanjutkan kuliah di ITB STIKOM Bali sampai memperoleh gelar sarjana sehingga kelak dapat berguna bagi kehidupannya di masa depan.

“Saya akan berikan beasiswa 100 persen bagi warga binaan perempuan yang mau kuliah di ITB STIKOM Bali. Kuliahnya secara online sehingga selama di sini (tahanan, red) ada kegiatan lain bermanfaat yakni sambil kuliah. Teknisnya akan diatur oleh Pak WR 3 Made Sarjana dengan Ibu  Kalapas,” kata Dadang Hermawan.

Selain itu, bagi warga binaan perempuan yang anaknya belum kuliah, Dadang Hermawan juga siap membantu menyalurkan ke luar negeri dalam program kuliah sambil magang agar penghasila yang diperoleh di luar negeri  dapat digunakan untuk membiayai kuliahnya di ITB STIKOM Bali dan sisanya untuk membantu keluarga.

“Kami punya mahasiswa namanya Gede Charles dari Singaraja. Selama magang di Jepang, penghasilanya untuk membiayai kuliahnya sampai tamat dan diwisuda dan sebagian lagi untuk memperbaiki rumah orangtuanya,” Dadang Hermawan memberi contoh salah seorang mahasiswa ITB STIKOM Bali yang mengikuti program kuliah sambil magang di Jepang.

Kepala Lembaga Pembinaan Pemasyarakat Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Bali, Ni Luh Putu Andiyani menyambut gembira kerja sama dengan ITB STIKOM Bali.

Menurutnya, kerja sama ini adalah terobosan baru untuk meningkatkan pelayananan kepada warga binaan, memanafaatkan waktu luangnya untuk kegiatan positif dengan mengikuti kuliah maupun pelatihan bisnis online yang akan diberikan oleh ITB STIKOM Bali.

“Keluar dari sini mereka bisa memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sudah diperoleh untuk masa depannya yang lebih baik,” harap Ni Luh Putu Andiyani.

Setelah memberikan motivasi kepada warga binaan perempuan, Dadang Hermawan yang didampingi Wakil Rektor III Bidang Kerja sama dan Inovasi ITB STIKOM Bali I Made Sarjana dan rombongan kemudian berdialog dengan Kalapas Ni Luh Putu Andiyani dan stafnya sebelum meninggalkan Lapas Perempuan yang kini dihuni sebanyak 127 narapidana tersebut. (rsl)

 

Post a Comment

Previous Post Next Post