Perspectives News

Trisno Nugroho: ‘Digitalisasi Jadwal Kunjungan ke Objek Wisata Perlu Dilakukan’

Pengamat Ekonomi dan Pariwisata Bali, Trisno Nugroho (4 dari kiri). (Foto: Ist)

BANGLI, PERSPECTIVESNEWS- Pengamat Ekonomi dan Pariwisata Bali, Trisno Nugroho menyampaikan masukannya terkait digitalisasi jadwal kunjungan ke berbagai destinasi tujuan wisata (DTW) yang selama ini over tourism.

Contohnya, Desa Penglipuran, Bangli yang merupakan salah satu DTW over tourism, menurut Trisno, sangat perlu dilakukan penjadwalan kunjungan wisatawan secara online. Tujuannya agar tidak terjadi penumpukan kunjungan.

“Semuanya bisa dilakukan secara online. Dengan digitalisasi, pemesanan tiket maupun jadwal kunjungan bisa dilakukan secara real time, dan itu sangat membantu pihak pengelola agar tidak terjadi over kapasitas tamu di jam-jam yang bersamaan,” ujar Trisno di sela pembukaan Penglipuran Village Festival XI Tahun 2024, Kamis (4/7/2024).

Pengunjung, lanjut Trisno, akan merasa lebih nyaman dan leluasa menikmati keindahan desa terbersih di dunia itu karena tidak lagi harus berdesak-desakan terutama musim libur sekolah saat ini. Dengan jadwal yang sudah diatur maka wisatawan bisa lebih leluasa sesuai jadwal yang mereka dapatkan.

“Bukan hal yang mustahil dan sulit dilakukan karena di Singapura, Bangkok maupun Inggris, pemesanan tiket dan jadwal kunjungan sudah dilakukan secara online. Kenapa sih kita nggak bisa?. Seperti di Singapura, mau ke Sentosa Island atau ke Museum Madam Tuusaud, sudah dilakukan secara online. Jadi kita punya kepastian kunjungan kita di sana," ujar Trisno.

Digitalisasi pemesanan waktu kunjungan, lanjut Trisno, bisa dilakukan secara bertahap yang akan dicoba pada Rabu depan, kemudian 2 hari berikutnya sehingga seiring bertambahnya waktu, semua pemesanan/booking sudah secara online.

Dengan booking kunjungan secara online, pengelola tinggal mengumumkan dan mengingatkan bahwa jam kunjungan sudah berakhir. Pengunjung pun tidak akan merasa kecewa karena jadwalnya sudah tercatat secara online.

“Jadi setiap kunjungan sudah diatur jamnya, waktunya atau harinya,” tutur mantan Kepala BI Provinsi Bali ini.   

Diakui Trisno, dengan pengaturan jadwal kunjungan yang real time, maka armada bus dari Jawa maupun kendaraan pribadi tidak merasa kecewa karena sulitnya parkir dan membuat waktu berkunjungnya semakin sempit.

“Rasanya tidak sulit dilakukan karena dengan online, semuanya tertata dan terjadwal dengan pasti. Mungkin ke depan kita akan mendiskusikan dan mencari masukan dari asosiasi pariwisata di Bali bagaimana menerapkan digitalisasi jadwal kunjungan wisatawan di berbagai DTW di Bali,” tutup Trisno Nugroho.  (lan)   






Post a Comment

Previous Post Next Post