Ketua Umum PBSI Kota Denpasar Suteja Kumara mengalungkan medali kepada pebulutangkis juara Wali Kota Cup 2026 yang berakhir Minggu (1/3/2026) (Foto: suwandhi PBSI dps)
DENPASAR,
PERSPECTIVESNEWS – Persatuan Bulu tangkis (PB) Anugerah Denpasar keluar
sebagai juara umum Wali Kota Cup 2026 setelah mengemas 10 medali emas, 8 perak,
dan 10 perunggu dalam kejuaraan yang digelar di Wijaya Badminton Hall dan
berakhir Minggu (1/3/2026) sore.
Sedangkan PB Seraya menjadi runner up dengan raihan 4 emas,
1 perak, dan 3 perunggu disusul PB Champion Bali Jaya di posisi tiga dengan
perolehan medali 2 emas, 1 perak, dan 2 perunggu, serta PB Dondo Badminton
Academy sebagai di peringkat empat dengan 1 emas.
Prestasi PB Anugerah tahun ini meningkat dibanding hasil
kejuaraan sama tahun lalu, yang hanya meraih 5 medali emas, 4 perak, dan 12
medali perunggu.
Ketua Umum PBSI Kota Denpasar, Ketut Suteja Kumara
didampingi Sekum Made Suwandhi mengucapkan selamat kepada PB Anugerah yang
berhasil mempertahankan predikat juara umum Wali Kota Cup cabor bulutangkis.
Menurut Suteja Kumara yang juga Wakil Ketua DPRD Kota
Denpasar itu, Wali Kota Cup merupakan ajang yang tepat mencari bibit-bibit
pebulutangkis andal, yang nantinya sebagai regenerasi dan bisa mengharumkan
Kota Denpasar di event lebih tinggi.
“Kami yakin dari kejuaraan Wali Kota Cup ini nantinya banyak
muncul bibit-bibit atlet bulu tangkis Denpasar yang dapat mengharumkan nama daerah
di kejuaraan tingkat provinsi, nasional bahkan internasional,” ujar Suteja
Kumara diamini Suwandhi.
Sementara bagi klub sendiri, kata dia, dengan adanya
kejuaraan Wali Kota Cup akan makin tumbuh dan berkembang melakukan pembinaan
terhadap atlet-atletnya dengan cara yang tepat dan profesional.
Pihaknya berharap kepada klub-klub yang belum berhasil
meraih medali di Wali Kota Cup tahun ini agar berbenah dan meningkatkan pola
pembinaan kepada atletnya, sehingga di kejuaraan yang sama tahun depan dapat
berprestasi.
Wali Kota Cup tahun ini diikuti 11 persatuan bulu tangkis
dan hanya 4 PB atau klub yang berhasil mendulang medali emas, sementara sisanya
hanya meraih medali perak dan perunggu, bahkan 4 klub tanpa medali. (djo)
