PT PLN (Persero) bersama elemen masyarakat dan sejumlah pemangku kepentingan melaksanakan aksi penanaman 5.100 pohon mangrove, di Mangrove Arboretum Park, Benoa, pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2025, Jumat (28/11/2025). (Foto: PLN)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- PT PLN (Persero) bersama
masyarakat, pelajar, kelompok nelayan, dan sejumlah pemangku kepentingan
melaksanakan aksi penanaman 5.100 pohon mangrove di Mangrove Arboretum Park,
Benoa, pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2025.
Kegiatan bertema “Roots of Energy” ini mengedepankan pesan
bahwa kelestarian lingkungan merupakan fondasi utama keberlanjutan energi dan
kehidupan.
Mewakili General Manager PLN UID Bali, Manager UP3 Bali
Selatan Alexander J. Manuhuwa menyampaikan, penanaman mangrove menjadi wujud
kepedulian PLN Bersama Rakyat dalam menjaga kawasan pesisir Bali yang memiliki
nilai ekologis dan ekonomis penting.
“Sebagaimana akar memberi kekuatan pada pohon, lingkungan
yang sehat adalah akar energi bagi kehidupan manusia. Mangrove mencerminkan
filosofi itu—akarnya menjaga pesisir, menopang ekosistem, dan memberi energi
baru bagi keberlangsungan alam,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).
Ia menegaskan, aksi ini bukan kegiatan simbolis, melainkan
langkah nyata dalam menanam, merawat, dan melindungi sumber kehidupan.
Alex juga mengapresiasi kolaborasi lintas pihak mulai dari
pemerintah daerah, pelajar, komunitas lingkungan, nelayan, hingga seluruh
entitas PLN Group. Menurutnya, antusiasme peserta menunjukkan bahwa kesadaran
menjaga alam tumbuh kuat di masyarakat.
“Kolaborasi ini diharapkan memberikan efek domino bagi
gerakan peduli lingkungan yang lebih luas di masa mendatang,” katanya.
Mewakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Kepala
UPTD Tahura Ngurah Rai I Putu Agus Juliartawan menekankan pentingnya memastikan
bibit mangrove dapat tumbuh dengan baik. Ia menjelaskan bahwa tantangan utama
bukan pada jumlah bibit yang ditanam, melainkan kemampuan pohon bertahan dalam
kondisi pesisir yang dipengaruhi arus, cuaca, dan sampah.
“Ke depan, tidak hanya menanam, tetapi juga meningkatkan
kegiatan bersih-bersih dan edukasi kepada masyarakat. Sampah menjadi salah satu
penyebab utama gagalnya bibit tumbuh,” terangnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada PLN dan seluruh peserta
yang turut membantu menjaga kawasan Tahura Ngurah Rai.
Dari komunitas lingkungan, Nyoman Sweet Juniartini dari
Sahabat Mangrove Ranger Indonesia menjelaskan bahwa area arboretum merupakan
kawasan eco-edukasi yang juga berfungsi sebagai pusat koleksi berbagai jenis
mangrove. Saat ini 5 hektare area telah tertanami, sementara 20 hektare lainnya
masih membutuhkan percepatan penanaman untuk mendukung mitigasi perubahan
iklim. “Mangrove mencegah abrasi, erosi, intrusi air laut, menjadi habitat
berbagai fauna, dan berfungsi sebagai penyerap karbon lima hingga sepuluh kali
lebih besar dibanding hutan darat. Menanam mangrove adalah langkah paling
efektif untuk mitigasi iklim, meski tantangannya tinggi,” paparnya.
Kegiatan yang diikuti sekitar 100 relawan ini melibatkan
Dinas Lingkungan Hidup, UPTD Tahura, KSOP Benoa, Kepolisian Sektor Benoa,
kelompok nelayan, Sahabat Mangrove Ranger, siswa SD 5 Pedungan, serta pegawai
PLN Group. Para peserta bersama-sama menanam ribuan bibit di kawasan pesisir
Benoa yang sebelumnya mengalami tekanan lingkungan akibat faktor alam dan
limbah.
Melalui kegiatan ini, PLN menegaskan komitmennya untuk
menghadirkan energi yang tidak hanya andal, tetapi juga berkelanjutan. Aksi
penanaman mangrove menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama bahwa
keberlanjutan energi dan kelestarian lingkungan harus berjalan beriringan demi
masa depan Bali yang lebih tangguh. (lan/pln)
---
