Stok 10.433 Ton, Ketersediaan Beras Bali Aman Jelang Nataru 2025

 



Stok beras 10.433 ton, mencukupi kebutuhan masyarakat di Bali jelang Kuningan dan Nataru 2025.  (Foto: BULOG Bali).

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- Perum BULOG menegaskan bahwa ketersediaan stok beras nasional saat ini berada pada level yang sangat memadai untuk menjaga stabilitas pangan, baik dari segi pasokan maupun harga.

Hingga akhir November ini total stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola BULOG mencapai sekitar 3,8 juta ton.

Sejalan dengan hal tersebut, Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Bali Muhamad Anwar memastikan ketersediaan beras di Provinsi Bali aman menjelang Kuningan, Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

"Stok beras yang dikuasai oleh Perum BULOG Kanwil Bali untuk Provinsi Bali saat ini sebanyak 10.433 ton. Stok tersebut dapat mencukupi kebutuhan masyarakat di Provinsi Bali menjelang Kuningan dan Nataru 2025, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir." Ujarnya, Kamis (27/11/2025).

Penjelasan ini disampaikan agar masyarakat khususnya di Provinsi Bali tidak khawatir terhadap permintaan beras yang biasanya meningkat menjelang hari besar keagamaan dan Tahun Baru 2026.

Perum BULOG Kanwil Bali juga terus menyalurkan Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bekerja sama dengan Polri, TNI, ataupun dinas terkait ke berbagai Pasar Tradisional, Jaringan Rumah Pangan Kita (RPK), Retail Modern, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan saluran penjualan yang tersedia sebagai Upaya menjaga stabilitas harga menjelang Nataru 2025.

Hingga November ini, penyaluran SPHP telah mencapai 8.160 ton. “Penyaluran SPHP menjadi salah satu instrumen agar harga Beras tetap terkendali. Kami terus menyalurkan Beras SPHP ke seluruh pasar dan saluran penjualan yang tersedia supaya pasokan stok beras di Provinsi Bali dapat terjaga, mulai dari Hari Raya Kuningan, Natal, dan sampai dengan penghujung tahun," jelasnya.

Perum BULOG Kanwil Bali juga telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah, Satgas Pangan, Polri, TNI, dan stakeholder terkait guna memastikan masyarakat tetap dapat menjalankan kegiatan kegamaan ataupun perayaan Tahun Baru 2026 dengan aman dan nyaman. (lan)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama