Isu Menurunnya Wisatawan ke Bali Tak Pengaruhi Target Pendapatan DTW Tanah Lot

 

 

 


Manajer Operasional Badan Pengelola DTW Tanah Lot I Wayan Sudiana (tengah) pada acara ‘Tanah Lot Open House End of The Year 2025’ yang berlangsung selama 3 hari dari 30 Desember 2025 – 1 Januari 2026. (foto: perspectives)

BALI, PERSPECTIVESNEWS- Isu menurunnya wisatawan ke Bali ternyata tak mempengaruhi pencapaian target pendapatan Daerah Tujuan Wisata (DTW) Tanah Lot, Tabanan, Bali sepanjang tahun 2025.

“Meskipun ada isu wisatawan ke Bali menurun, tapi tidak mempengaruhi target pendapatan DTW Tanah Lot. Justru pencapaiannya melampaui target dari yang kita patok,” jelas Manajer Operasional Badan Pengelola DTW Tanah Lot I Wayan Sudiana pada acara ‘Tanah Lot Open House End of The Year 2025’ yang berlangsung selama 3 hari dari 30 Desember 2025 – 1 Januari 2026.

Acara yang dikemas berlangsung selama 3 hari itu sebagai ajang ucapan terima kasih kepada tour leader, sopir dan guide yang sudah mendukung dan mempromosikan DTW Tanah Lot selama tahun 2025.

Pada kesempatan tersebut, Sudiana juga menyampaikan pencapaian pendapatan di tahun 2025 dan rencana target tahun 2026.

Sudiana mengungkapkan, target pendapatan di tahun 2025 sebesar Rp 64.350.000.000, tercapai Rp 71.916.000.000. Ada peningkatan pendapatan sebesar Rp 7,5 milyar lebih.

“Target tahun 2026 masih dikaji untuk nanti dimintakan persetujuan kepada Badan Pengelola DTW Tanah Lot,” jelas Sudiana.

Terkait jumlah wisatawan yang berkunjung ke DTW Tanah Lot, Sudiana mengungkapkan, dalam periode Natal 2025, kunjungan terlihat meningkat selama tiga hari berturut-turut. Pada Kamis (25/12/2025) mencapai 5.893 orang per hari dan Jumat (26/12/2025) sebanyak 5.727 orang dan pada Sabtu (27/12/2025) sebanyak 4.872 orang.

Terkait sejumlah keluhan wisatawan yang disampaikan para driver dan tour leader, Sudiana menyebutkan hal itu menjadi pekerjaan rumah bagaimana cara mengurai kemacetan itu.

“Pekerjaan rumah yang ada sekarang adalah mengurai kemacetan, itu yang banyak dikeluhkan oleh tour guide karena mereka sering mendapatkan komplain dari wisman,” ujarnya.

Namun, kondisi itu bukan satu-satunya yang memicu penurunan wisatawan ke DTW Tanah Lot, khususnya wisatawan domestik.

Dirinya melihat, penurunan wisatawan domestik sudah terlihat sejak Januari 2026. Menurutnya, banyak faktor yang membuat kondisi wisdom lesu di antaranya, kondisi perekonomian di tengah pengetatan anggaran pemerintah.

“Setiap hari kita juga mengamati apa yang terjadi di media sosial, itu cerminan bagi kami, kita tidak bisa menolak. Jadi kita harus berbenah, intinya itu,” kata Sudiana yang menyebutkan kunjungan wisatawan asing didominasi turis dari Australia,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama manajemen operasional DTW Tanah Lot menyosialisasikan besaran tiket masuk yang berlaku pada 1 April 2026, sebagai berikut:

1.Tiket Anak Domestik                Rp 25.000

2.Tiket Dewasa Domestik            Rp 40.000

3.Tiket Anak Mancanegara          Rp 60.000

4. Tiket Dewasa Mancanegara    Rp 100.000

5 Roda 2 (sepeda motor)             Rp 4.000

6.Roda 4 (mobil)                         Rp 10.000

7. Roda 6 (bus/truk                      Rp 20.000   (lan)

 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama