I Gusti Agung Ayu Widiastri, S.Tr.Par, CHIA, akrab disapa Astri - Hotel Manager Quest Vibe Dewi Sri-Bali. (Foto: Ist)
BALI, PERSPECTIVESNEWS- Quest Vibe Dewi Sri-Bali baru
beroperasi Agustus 2025. Meski terkesan baru hadir namun mendapat respon
positif pengunjung dan wisatawan.
Semua itu karena ada seorang
‘dewi’ yang memiliki talenta manajemen profesional di bidang perhotelan.
‘Dewi’ itu bernama I
Gusti Agung Ayu Widiastri, S.Tr.Par, CHIA, atau Astri - Hotel Manager Quest
Vibe Dewi Sri-Bali. Berpenampilan sederhana, apa adanya tapi tegas dalam
memimpin.
Kelahiran Denpasar,
Astri yang rendah hati dan pekerja keras ini meraih sukses sebagai ‘top
position’ berawal dari latar belakang keluarga yang menjunjung tinggi nilai
kedisiplinan.
“Saya dibesarkan dari
keluarga pendidik atau guru. Itulah yang membentuk karakter saya menjadi orang
yang konsisten, tangguh, dan fokus pada tujuan,” ungkap alumni Sekolah Tinggi
Pariwisata (STP) Nusa Dua, Badung, jurusan Bachelor of Hotel Administration
pada periode 1995–1999 ini.
Ketertarikannya pada
dunia perhotelan tidak lepas dari potensi pariwisata Bali yang dinilai mampu
memberikan peluang kerja luas dan berkelanjutan.
“Saya memilih sekolah
pariwisata karena Bali sangat identik dengan industri pariwisata, dan sektor
ini mampu menyerap tenaga kerja dengan cepat,” ujar Astri di sela aktivitasnya,
Minggu (28/12/2025).
Perjalanan karier Astri
di industri perhotelan tidak instan. Ia mengawali karier sebagai Daily Worker
Guest Service Officer di Grand Hyatt Bali pada 1996, kemudian mengikuti job
training di Conrad International Centennial Singapore pada 1997.
Berbagai posisi
strategis pernah ia jalani, mulai dari Front Office Supervisor, Guest Relation
Officer, Sales Executive, hingga Sales Manager di sejumlah hotel ternama di
Bali.
Pengalaman profesional
Astri terus berkembang saat bergabung dengan Parigata Resorts & Villas
Sanur, The Villas Bali Hotel & Spa, Swiss-Belhotel International, Kuta
Paradiso Hotel, hingga PT Archipelago International Hotels & Resorts.
Ia juga sempat menjabat
sebagai General Manager di beberapa hotel, termasuk Quest Hotel Kuta, Taksu
Sanur Hotel, Harper Hotel Palembang, serta Regional General Manager Bali di
Liberta Hotel International.
Tantangan terberat dalam
kariernya dirasakan saat pandemi Covid-19 melanda dan sektor pariwisata Bali
mengalami keterpurukan. Namun, Astri mampu membuktikan kepemimpinannya dengan
menjaga stabilitas operasional hotel.
“Ketika pariwisata sepi,
tantangan terbesar adalah menjaga tingkat hunian agar tetap bertahan. Saat itu,
target saya occupancy harus tetap di atas 50 persen, dan itu membutuhkan kerja
keras serta strategi yang matang,” ungkapnya.
Menurut Astri, kunci
utama dalam menghadapi situasi sulit adalah membangun kebersamaan tim,
komunikasi terbuka dengan manajemen, serta konsistensi dalam memberikan
pelayanan terbaik kepada tamu.
“Dukungan keluarga,
khususnya doa dari ibu, juga menjadi motivasi terbesar dalam setiap langkah
karier saya,” tuturnya.
Kini, di bawah
kepemimpinan Astri, Quest Vibe Dewi Sri-Bali menunjukkan kinerja yang
menggembirakan. Di tengah isu penurunan kunjungan wisatawan ke Bali, tingkat
hunian hotel justru melonjak signifikan.
Pada periode libur Natal
dan Tahun Baru (Nataru) 2025, occupancy Quest Vibe Dewi Sri-Bali tercatat
mencapai sekitar 90 persen, dengan dominasi wisatawan domestik.
Jika terkesan Astri adalah
wanita karir yang sukses, itu kenyataan tak terbantahkan. Namun yang paling menentukan
adalah pengalaman panjang dan kepemimpinan yang matang.
Astri, kini sejajar dengan
figur perempuan inspiratif lainnya di industri perhotelan Bali. Sukses yang
diukirnya diakuinya sepenuhnya kerja bareng bersama tim Quest Vibe Dewi
Sri-Bali yang profesional. (lan)
