Saat ini, layanan penyeberangan telah kembali beroperasi dengan pengawasan ketat. (dik)
JEMBRANA,
PERSPECTIVESNEWS-
Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang memaksa otoritas pelabuhan
menghentikan sementara aktivitas penyeberangan di lintas Gilimanuk–Ketapang
pada Kamis (8/1/2026).
Langkah
darurat ini diambil demi menjamin keselamatan jiwa pengguna jasa dan kru kapal.
Komandan Pos
TNI AL (Danposal) Gilimanuk, Letda Laut (P) Bayu Primanto, mengonfirmasi bahwa
penundaan jadwal pelayaran terjadi sebanyak dua kali dalam kurun waktu yang
berdekatan.
Penutupan
Pertama: Pukul 15.20 WITA akibat cuaca buruk. Operasional kembali dibuka pada
pukul 15.55 WITA.
Penutupan
Kedua: Pukul 17.07 WITA akibat terbatasnya jarak pandang (low visibility).
Layanan baru dinormalisasi kembali pada pukul 17.45 WITA.
"Penutupan
ini adalah upaya antisipasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan. Keselamatan
pelayaran adalah prioritas utama kami," ujar Letda Laut (P) Bayu Primanto.
Akibat
fluktuasi cuaca tersebut, antrean kendaraan sempat mengular di kantong parkir
dalam pelabuhan. Namun, koordinasi intensif antar-instansi terus dilakukan guna
mengurai kepadatan dan memperlancar arus lalu lintas usai pelabuhan dinyatakan
aman untuk beroperasi kembali.
Pihak
berwenang mengimbau seluruh masyarakat dan pengguna jasa untuk tetap waspada,
berhati-hati, serta aktif memantau prakiraan cuaca terkini sebelum melakukan
perjalanan laut.
Kondisi
cuaca di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana Bali, Kamis (8/1/2026). (Foto:Pos AL
Gilimanuk)
