Pembukaan Perdagangan Perdana BEI Tahun 2026 yang menjadi penanda dimulainya agenda strategis pasar modal di tahun berjalan. (Foto: OJK)
JAKARTA, PERSPECTIVESNEWS- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan arah
kebijakan pasar modal Indonesia pada 2026 akan difokuskan pada penguatan
integritas, pendalaman likuiditas, serta percepatan pengembangan ekonomi hijau.
Komitmen ini disampaikan dalam Pembukaan Perdagangan Perdana Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2026 yang menjadi penanda dimulainya agenda strategis pasar modal di tahun berjalan.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyatakan, pasar modal memiliki peran kunci dalam mendukung agenda prioritas pemerintah, terutama sebagai sumber pembiayaan pembangunan nasional yang berkelanjutan. Penguatan tata kelola, peningkatan perlindungan investor, serta pengembangan ekosistem bursa karbon menjadi fokus utama OJK ke depan.
Mahendra menekankan pentingnya pelindungan investor
minoritas dan ritel, mengingat kontribusinya yang semakin besar terhadap
pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Salah satu langkah yang ditempuh adalah penegakan market
conduct, termasuk pengawasan terhadap influencer keuangan atau finfluencer.
OJK saat ini tengah memfinalisasi regulasi baru bagi
finfluencer yang ditargetkan terbit pada pertengahan 2026.
Aturan ini akan menekankan aspek kapabilitas, transparansi,
serta kepatuhan perizinan guna mendorong literasi investasi yang sehat dan
bertanggung jawab.
“Kami berkomitmen untuk terus menjaga sinergitas dan
kolaborasi di antara seluruh pemangku kepentingan. Sinergi dan kolaborasi
Komite Kebijakan Sektor Keuangan KSSK tentu menjadi prioritas utama dalam
menjaga stabilitas dan meningkatkan peran sektor keuangan mendorong pertumbuhan
perekonomian nasional,” kata Mahendra.
Sejalan dengan arah kebijakan OJK, Direktur Utama BEI Iman
Rachman mengungkapkan bahwa BEI telah menyiapkan masterplan pengembangan pasar
modal 2026-2030. Peta jalan ini menargetkan terwujudnya pasar modal Indonesia
yang inovatif, transparan, inklusif, dan berdaya saing global pada 2030.
“Target ambisius ini didukung oleh penguatan infrastruktur
pasar, peningkatan kualitas emiten dan investor, serta perluasan partisipasi
publik,” kata Iman.
Iman juga menegaskan pentingnya inovasi produk dan
pendalaman pasar agar pasar modal tidak hanya tumbuh secara nilai, tetapi
semakin berperan dalam pembiayaan jangka panjang perekonomian nasional.
Dari sisi kinerja, pasar modal Indonesia mencatatkan
capaian solid sepanjang 2025. IHSG ditutup pada level 8.646,94 poin atau tumbuh
22,13 persen secara year to date (ytd), serta beberapa kali mencetak rekor
tertinggi sepanjang tahun. Kepercayaan investor asing juga kembali menguat
dengan net buy sebesar Rp36,23 triliun pada semester II-2025.
Penghimpunan dana melalui pasar modal turut meningkat
dengan total 215 penawaran umum senilai Rp275 triliun hingga akhir 2025. Jumlah
investor juga melonjak signifikan, ditandai dengan pertumbuhan Single Investor
Identification (SID) menjadi 20,2 juta, didominasi investor berusia di bawah 40
tahun.
Meski demikian, OJK menilai masih terdapat ruang penguatan,
terutama pada kontribusi pasar saham terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan
kinerja saham unggulan.
Kondisi ini mempertegas urgensi reformasi tata kelola,
peningkatan transparansi, serta penguatan manajemen risiko pasar modal.
Memasuki 2026, OJK bersama Self-Regulatory Organization
(SRO) akan mengimplementasikan sejumlah program strategis, mulai dari
peningkatan kualitas perusahaan tercatat, penguatan basis investor institusi,
reformasi tata kelola pasar saham, hingga penguatan sistem teknologi informasi
dan penegakan hukum.
Sebagai bagian dari agenda ekonomi hijau, OJK bersama
Kementerian Lingkungan Hidup dan BEI juga mempercepat pembangunan Sistem
Registri Unit Karbon (SRUK) guna menghadirkan perdagangan karbon yang kredibel,
transparan, dan terintegrasi dengan standar global.
Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi
pasar modal Indonesia sebagai pilar pembiayaan pembangunan berkelanjutan,
sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional di tengah dinamika
global. (lan/ojk)
