Aparat Kelurahan Gilimanuk menertibkan enam anak terlantar yang diduga anak punk di wilayah Gilimanuk, Rabu (7/1/2026) pagi. (Foto: Kelurahan Gilimanuk)
JEMBRANA,
PERSPECTIVESNEWS- Langkah tegas namun humanis diambil aparat
Kelurahan Gilimanuk dalam menjaga ketertiban wilayah. Sebanyak enam anak
jalanan yang didominasi oleh anak di bawah umur diamankan petugas saat sedang
terlantar di depan Kafe Bosky, Lingkungan Asri Timur, Rabu (7/1/2026) pagi.
Keenam
remaja tersebut, sebagian besar masih berusia 13 - 16 tahun, diketahui berasal
dari Surabaya dan Gresik, Jawa Timur. Saat diperiksa, mereka tidak hanya
kekurangan bekal uang, tetapi juga tidak mengantongi identitas diri.
Lurah
Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, mengungkapkan bahwa kelompok ini baru
saja menyeberang ke Bali pada dini hari dengan tujuan akhir Denpasar.
Namun, demi
mencegah risiko keselamatan dan menjaga ketertiban, pihak kelurahan segera
melakukan intervensi.
“Kami
mengutamakan pendekatan kemanusiaan. Mengingat sebagian besar masih di bawah
umur, sangat berisiko jika mereka dibiarkan terlantar di jalanan,” ujar Ida
Bagus Tony.
Sebelum
dipulangkan, pihak kelurahan memberikan pembinaan dan bantuan logistik berupa
sarapan sebagai bentuk kepedulian. Proses evakuasi ini melibatkan sinergi
lintas instansi, mulai dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Satpol PP.
Sebelumnya,
pendataan dan pembinaan petugas dilakukan untuk verifikasi asal-usul dan
memberikan arahan.
Pemberian
logistik juga diberikan untuk memastikan kondisi fisik anak-anak tersebut
stabil sebelum perjalanan. Pengawalan ketat petugas mengantar hingga pelabuhan
untuk memastikan mereka benar-benar kembali ke daerah asal di Jawa.
Pihak
kelurahan mengimbau masyarakat untuk tetap proaktif melaporkan keberadaan anak
terlantar guna mencegah terjadinya masalah sosial yang lebih kompleks di pintu
masuk Pulau Dewata ini. (dik)
