Perspectives News

Mobilitas Arus Balik Nataru Terkelola Baik, ASDP Siaga di Lintasan Utama

 


Situasi penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang, beberapa waktu yang lalu. (Foto:ASDP Gilimanuk)

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Perlahan namun pasti, arus balik libur Natal dan Tahun Baru mulai bergeliat di jalur-jalur penyeberangan utama nasional. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat mobilitas masyarakat tetap terkelola dengan baik, khususnya di lintasan strategis Gilimanuk–Ketapang.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan, tren arus balik mulai menguat seiring mendekatnya akhir masa liburan serta penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA). Meski demikian, kondisi layanan secara umum masih terkendali.

“Pergerakan arus balik memang mulai meningkat, namun seluruh sistem layanan berjalan dengan baik. Ini menunjukkan kesiapan operasional serta sinergi kuat seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Kamis (1/1/2026).

Berdasarkan data arus penyeberangan dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk menunjukkan dinamika tersendiri.

Pada H+6, total penumpang tercatat 22.963 orang, turun tipis 1,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Namun, total kendaraan justru meningkat menjadi 7.698 unit atau naik 8,4 persen. Kenaikan tertinggi terjadi pada kendaraan roda dua yang mencapai 3.760 unit atau melonjak 18,3 persen, disusul truk logistik sebanyak 1.452 unit atau tumbuh 7,2 persen.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa perusahaan terus mengedepankan langkah-langkah antisipatif untuk meminimalisasi potensi kepadatan selama arus balik. Upaya tersebut meliputi penerapan delaying system di sejumlah titik buffer zone, skema tiba bongkar berangkat (TBB), kesiapsiagaan petugas di lapangan, serta penguatan koordinasi lintas instansi terkait.

Dari sisi operasional, ASDP mengoptimalkan pola operasi armada dengan mengoperasikan 28 kapal pada kondisi normal. Kapasitas ini ditingkatkan hingga 33 kapal di lintasan Merak–Bakauheni dan 34 kapal di lintasan Ketapang–Gilimanuk saat kondisi sangat padat, guna memastikan layanan tetap berjalan optimal dan terkendali.

"Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 2–3 Januari 2026. Seluruh langkah antisipatif telah disiapkan, dan kesiapsiagaan terus dijaga untuk memastikan kelancaran serta keselamatan pengguna jasa selama periode tersebut," ujar Windy.

Masyarakat juga diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik dengan memesan tiket sejak jauh hari melalui aplikasi Ferizy.

Pengisian data diri yang akurat dinilai penting untuk mempercepat proses layanan di pelabuhan sekaligus memastikan hak pengguna jasa tetap terpenuhi apabila terjadi kondisi tidak terduga.

Terkait faktor cuaca, Windy menambahkan bahwa ASDP terus berkoordinasi intens dengan BMKG dalam memantau perkembangan kondisi cuaca dan mengimbau pengguna jasa untuk mengedepankan aspek keselamatan selama perjalanan laut.

Perhatian ini terutama ditujukan bagi masyarakat yang melintasi jalur penyeberangan Jawa–Bali, mengingat potensi cuaca ekstrem masih diperkirakan berlangsung hingga awal Maret 2026.

“Kami mengimbau pengguna jasa untuk selalu mencermati informasi cuaca terkini dan mempertimbangkan kembali rencana perjalanan apabila kondisi perairan tidak memungkinkan, demi keselamatan dan kenyamanan bersama,” ujarnya.

Secara kumulatif, sejak H hingga H+6, total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk tercatat 190.283 orang, turun 2,9 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 196.044 orang. Namun, total kendaraan meningkat menjadi 54.651 unit atau naik 2,3 persen dari realisasi sebelumnya 53.420 unit.

Sebagai penghubung utama mobilitas antarpulau, ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan penyeberangan yang andal, aman, dan berkelanjutan, demi menjaga ritme aktivitas masyarakat tetap bergerak optimal di awal tahun 2026. (dik)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama