Bendahara Umum PP KMHDI, Gde Bayu Pangestu AW, S.E., yang maju dan mendaftarkan diri sebagai calon Ketum periode 2026-2028. (Foto: Ist)
JAKARTA, PERSPECTIVESNEWS- Bendahara Umum Pimpinan
Pusat (PP) Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Gde Bayu Pangestu
AW, S.E., secara resmi menyerahkan berkas pendaftaran sebagai Calon Ketua Umum
PP KMHDI periode 2026-2028 dalam rangkaian gelaran Mahasabha XIV di Lampung.
Pencalonan ini ditegaskan bukan sekadar kontestasi politik,
melainkan sebuah panggilan dharma yang lahir dari proses panjang pengabdian dan
kesadaran akan tanggung jawab terhadap masa depan organisasi.
Melalui filosofi "Dharma Adhikara", Bayu
menawarkan gaya kepemimpinan yang mengedepankan tanggung jawab moral-spiritual
dan kebenaran sebagai fondasi pengambilan kebijakan.
Visi besar ini bertujuan menjadikan KMHDI sebagai wadah yang
adaptif terhadap dinamika zaman dan memiliki daya saing nasional yang kuat.
"KMHDI memiliki potensi besar sebagai kekuatan
intelektual dan moral Umat Hindu muda. Namun potensi itu harus dikelola dengan
sistem yang kuat, kepemimpinan yang inklusif, dan arah gerak yang jelas,"
ujar Bayu usai menyerahkan berkas pendaftaran, Rabu (31/12/2025).
Bayu Pangestu memiliki pengalaman organisasi, akademik dan seorang profesional. Memiliki pemahaman mendalam mengenai tata kelola internal dan tantangan strategis nasional.
Kapasitasnya didukung oleh latar belakang pendidikan sebagai
lulusan Ekonomi IPB dan saat ini merupakan mahasiswa S2 MBA Universitas Gadjah
Mada (UGM).
Di sektor profesional, ia aktif sebagai konsultan bisnis dan
pelaku usaha di Jakarta, serta menjabat sebagai Ketua DPW Forum Kewirausahaan
Pemuda (FKP) Bali dan pendiri Interfaith Youth Leader (IYL).
Pengalaman yang berakar dari PC KMHDI Bogor ini memastikan
visi yang dibawa mampu merangkul aspirasi kader dari daerah hingga pusat.
Sebagai fondasi kepemimpinan ke depan, Bayu memaparkan
delapan program strategis nasional yang disebut ‘Asta Abyakta’:
1. Revitalisasi Kaderisasi: Memperkuat sistem melalui modul
berbasis kompetensi dan platform e-learning.
2. Modernisasi Organisasi: Digitalisasi administrasi melalui
sistem ERP dan monitoring kinerja lewat KMHDI Dashboard.
3. Literasi & Riset: Mendorong budaya riset nasional dan
penyediaan beasiswa bagi kader potensial.
4. Akselerasi Teknologi: Implementasi E-KTA berbasis QR Code
dan pengembangan aplikasi KMHDI Connect.
5. Kemandirian Ekonomi: Menghadirkan KMHDI Preneur Hub
sebagai pusat inkubasi bisnis dan pendanaan usaha kader.
6. Advokasi Sosial: Pembentukan KMHDI Watch untuk isu HAM
serta penguatan program Desa Dampingan.
7. Inklusivitas Gender: Menjamin ruang aman dan setara bagi
perempuan dan anak melalui departemen khusus.
8. Pendidikan Politik: Menyelenggarakan Sekolah Politik
Kebangsaan untuk membentuk kader yang cerdas dan kritis.
“Dengan mendaftar secara resmi, ini sekaligus menjadi
momentum bahwa KMHDI siap melompat lebih jauh dan menjadi katalisator perubahan
bagi umat dan bangsa melalui gerakan berbasis ilmu pengetahuan dan dharma,”
tutupnya. (*)

