Polres Jembrana menunjukkan kesiapan awal dalam mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran dengan menggelar Rakor Awal Kesiapan Pengamanan Operasi Ketupat 2026. Rapat berlangsung di ruang VVIP ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Selasa (13/1/2026). (Foto: Polres Jembrana).
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Polres Jembrana menunjukkan kesiapan awal dalam mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran dengan menggelar Rapat Koordinasi Awal Kesiapan Pengamanan Operasi Ketupat 2026.
Rapat
berlangsung di ruang VVIP ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Selasa (13/1/2026).
Rakor
dipimpin langsung Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, dan
dihadiri para pejabat utama Polres Jembrana serta stakeholder terkait, di
antaranya PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Gilimanuk, UPP Kelas II Gilimanuk,
BPTD, dan unsur pengamanan pelabuhan.
Kapolres
Jembrana dalam arahannya menegaskan pentingnya kesiapan sejak dini, mengingat
Hari Raya Idul Fitri 2026 bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, yang berpotensi
menimbulkan peningkatan signifikan arus kendaraan dan penumpang.
“Kondisi
Lebaran tahun ini memiliki tantangan tersendiri karena beririsan dengan Hari
Raya Nyepi. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi dan kesiapan awal dari seluruh
stakeholder untuk menjamin keamanan, kelancaran arus penyeberangan, serta
keselamatan pelayaran,” tegas AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati.
Kapolres
juga mendorong PT ASDP untuk melakukan uji coba pola pengamanan bersama
instansi terkait paling lambat tiga minggu sebelum Idul Fitri, termasuk
penyediaan buffer zone serta optimalisasi public address bagi pemudik.
Kabag Ops
Polres Jembrana Kompol I Wayan Suastika, juga menambahkan pentingnya kesiapan
sarana pendukung seperti toilet portable, tenda bagi pemudik sepeda motor
hingga area patung Buddha, serta penataan gerai tiket online di area terminal
kargo.
Kapolsek
Kawasan Pelabuhan Gilimanuk Kompol Arya Agung Arjana Putra, dalam kesempatan
tersebut menyoroti perlunya penyelesaian persoalan jerambah yang sempat viral
di media sosial serta komitmen bersama untuk mencegah praktik oknum yang
memprioritaskan kendaraan masuk ke area pelabuhan.
Sementara
itu, Manager Usaha PT ASDP Gilimanuk Didi Juliansyah, menegaskan siap mendukung
penuh Operasi Ketupat 2026.
Ia
memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 16–18 Maret 2026, dengan pola
operasi sangat padat mulai H-7 atau 13 Maret 2026.
“Pelabuhan
Gilimanuk menjadi prioritas utama karena Lebaran berbarengan dengan Nyepi. Kami
akan menyiapkan sarana pendukung dan memastikan pelayanan tetap optimal selama
masa angkutan Lebaran,” ujarnya.
Rapat
koordinasi ini menjadi langkah strategis Polres Jembrana dalam memastikan
pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berjalan aman, tertib, dan kondusif, khususnya
di kawasan vital Pelabuhan Gilimanuk sebagai pintu utama penyeberangan
Jawa–Bali. (dik)
