Tas ramah lingungan dari Telkomsel sebagai komitmen mendukung kegiatan adat, budaya dan keagamaan di Bali pada Usaba Dalem Puri di Pura Besakih, Selasa (20/1/2026). (Foto: Telkomsel)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- Dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan
rangkaian upacara adat Usaba Dalem Puri yang berlangsung pada 18–26 Januari
2026 di Pura Besakih, Telkomsel wilayah Bali menyerahkan 4.900 tas ramah lingkungan
kepada Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung (FKSPA) Besakih.
Bantuan tersebut berupa lebih dari 4.900 tas ramah
lingkungan yang ditujukan untuk mendukung pengelolaan kawasan suci selama
berlangsungnya upacara.
Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk komitmen
Telkomsel dalam mendukung kegiatan adat, budaya, dan keagamaan di Bali,
sekaligus mendorong penerapan gaya hidup berkelanjutan melalui penggunaan tas
ramah lingkungan sebagai alternatif pengganti kantong plastik sekali pakai.
Kehadiran tas ramah lingkungan ini diharapkan dapat
membantu menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan Pura Besakih selama kegiatan
berlangsung, seiring dengan tingginya antusiasme umat dan pengunjung.
General Manager Household
Consumer Business Region Bali Nusra, Ricky Erickson Panggabean menyampaikan bahwa dukungan ini sejalan dengan
semangat Telkomsel untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat.
“Pura Besakih merupakan pusat kegiatan spiritual umat
Hindu di Bali yang memiliki nilai budaya dan sejarah yang sangat tinggi.
Melalui bantuan tas ramah lingkungan ini, Telkomsel ingin berkontribusi dalam
menjaga kesucian dan kelestarian kawasan, sekaligus mendukung kelancaran
rangkaian upacara Usaba Dalem Puri,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan FKSPA Besakih mengapresiasi
dukungan yang diberikan Telkomsel. Bantuan ini dinilai sangat membantu
operasional pengelolaan kawasan suci, khususnya dalam mengedukasi umat dan
pengunjung untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan
selama mengikuti rangkaian upacara.
Melalui
kolaborasi ini, Telkomsel berharap dapat terus berperan aktif dalam mendukung
kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan di Bali, serta memperkuat sinergi dengan
berbagai pemangku kepentingan demi menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman,
dan berkelanjutan. (lan)
