Perspectives News

Aksi Ketapel PMI: Hijaukan Jembrana, Cegah Banjir Longsor

 

PMI Provinsi Bali dan PMI Kabupaten Jembrana memitigasi bencana dengan ketapel untuk melestarikan hutan di Desa Batu Agung, Jembrana. (Foto: PMI Jembrana).

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Ada cara unik yang dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali dan PMI Kabupaten Jembrana dalam upaya memitigasi bencana, Bukan dengan cangkul atau sekop, ratusan relawan justru membekali diri dengan ketapel untuk melestarikan hutan di Desa Batu Agung, Jembrana.

​Melalui program bertajuk Eco Race "Denyut Sungai Denyut Kehidupan", PMI menginisiasi penyebaran ribuan biji buah-buahan ke area hutan yang sulit dijangkau. Metode ini dipilih sebagai solusi praktis untuk menghijaukan tebing curam yang selama ini rawan longsor dan menjadi pemicu banjir di wilayah tersebut.

​Perjuangan para relawan tidaklah mudah. Ratusan peserta yang terdiri dari anggota PMI, BPBD, Dinas Kehutanan, hingga aktivis lingkungan harus menempuh perjalanan kaki sejauh lebih dari lima kilometer. Mereka mendaki bukit terjal dan menuruni lembah di bawah guyuran hujan yang membuat jalur menjadi licin dan berat.

​"Kami memilih metode ketapel karena lokasi yang dijangkau cukup curam, sehingga penanaman langsung tidak memungkinkan," ujar Ni Putu Yuni Andriyani, petugas PMI Bali, Senin (2/2/2026).

Menurutnya, teknik ini sangat relevan untuk medan berat karena relawan tidak perlu membawa beban bibit pohon yang besar atau menggali tanah di kemiringan yang berbahaya.

​Selain berfungsi sebagai sabuk hijau untuk memperkuat struktur tanah agar tidak mudah longsor, pohon-pohon buah yang akan tumbuh nanti diproyeksikan menjadi sumber pangan bagi satwa hutan. Hal ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan ekosistem agar satwa tidak keluar dari habitatnya.

​"Kegiatan ini mungkin tidak memberikan dampak instan, namun ini adalah investasi jangka panjang agar hutan Jembrana tetap asri, sumber oksigen terjaga, dan bencana banjir bisa kita minimalisir," tutup Yuni.

​Ida Bagus Komang Anom, warga Desa Batu Agung, menyampaikan apresiasinya atas aksi inovatif ini. Ia berharap biji-biji yang ditebar dapat menjaga kelestarian hutan sebagai sumber mata air utama bagi sistem pengairan subak di desanya. (dik)

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama