Gubernur Koster dan Wagub Giri Prasta menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek 2026, Selasa (10/2/2026) malam, di Denpasar. (Foto: Hum Prov. Bali)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- Gubernur Bali, Wayan
Koster bersama Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta menghadiri perayaan
Tahun Baru Imlek 2026, Selasa (10/2/2026) malam di Hongkong Garden, Denpasar.
Dalam sambutannya, Gubernur Wayan Koster atas nama seluruh
umat yang merayakan, mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek di hadapan Konsul
Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar, Zhang Zhisheng.
“Pemerintah Provinsi Bali dan seluruh masyarakat mengucapkan
Tahun Baru Imlek. Semoga tahun yang baru ini membawa kesehatan, kebahagiaan,
kesejahteraan, serta keberkahan bagi kita semua, keluarga, dan lingkungan
sekitar,” jelas Koster.
Menurutnya, perayaan Tahun Baru Imlek bukan hanya pergantian
tahun dalam kalender lunar, tetapi mengandung nilai-nilai luhur yang sangat
relevan dengan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Nilai-nilai seperti kerja keras, kejujuran, ketekunan, serta
pentingnya harmoni dan kebersamaan merupakan fondasi kuat dalam membangun
masyarakat yang beradab dan sejahtera.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Bhinneka
Tunggal Ika, yang menjadi jati diri Bangsa Indonesia.
Selain sebagai perayaan budaya dan spiritual, momentum Tahun
Baru Imlek juga memiliki potensi besar dalam memperkuat sektor pariwisata dan
ekonomi kreatif, khususnya di Provinsi Bali.
Dalam sektor pariwisata, Tiongkok merupakan salah satu
negara yang berkontribusi besar terhadap kunjungan wisatawan asing ke Provinsi
Bali.
Pada tahun 2024, kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali
mencapai 448 ribu lebih meningkat signifikan pada tahun 2025 menjadi 537 ribu
lebih.
Peringkat Ketiga
"Kunjungan wisatawan Tiongkok ke Provinsi Bali berada
di peringkat tiga, setelah Australia dan India," jelas Gubernur Bali,
Wayan Koster.
Diharapkan ke depan hubungan baik antara Pemerintah
Indonesia dan Pemerintah Tiongkok dapat meningkatkan hubungan kerjasama antara
Provinsi Bali dengan Pemerintah Tiongkok, baik dalam bidang pendidikan dan
pengembangan sumber daya manusia, melalui program pertukaran pelajar,
pelatihan, beasiswa, serta peningkatan kapasitas di bidang bahasa, teknologi,
dan kepariwisataan.
Upaya ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang
berdaya saing global namun tetap berakar pada budaya lokal.
Di akhir sambutannya, Gubernur Wayan Koster berkomitmen
untuk terus menciptakan ruang yang inklusif, aman, dan kondusif bagi seluruh
elemen masyarakat, tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun budaya.
ia meyakini bahwa pembangunan yang berkelanjutan hanya dapat
terwujud melalui kebersamaan, toleransi, dan kolaborasi lintas komunitas dan
harapan besar bahwa hubungan Bali -Tiongkok terus berkembang demi kesejahteraan
bersama.
"Marilah kita jadikan perayaan Tahun Baru Imlek ini
sebagai momen istimewa untuk memperkuat persahabatan, mempererat kerja sama,
dan menumbuhkan optimisme dalam membangun masa depan yang lebih baik,"
tegas Gubernur Koster.
Sementara Konjen Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar, Zhang
Zhisheng menyampaikan, Tahun Baru Imlek merupakan hari raya tradisional
terpenting bagi Bangsa Tionghoa.
Imlek juga telah ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa -
Bangsa sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia, serta menjadi elemen penting dari
keberagaman budaya Indonesia.
"Jadi pada tanggal 17 Februari tahun ini, kita akan
menyambut Tahun Baru Imlek, Tahun Kuda," jelasnya. (hum/lan)
