Atraksi Barong Landung memeriahkan Imlek 2026, digelar di sepanjang jalan Desa Penglipuran, mulai Minggu, 15 Februari 2026. (Foto: Ist)
PENGLIPURAN, PERSPECTIVESNEWS- Pihak Pengelola Desa
Wisata Penglipuran, Bangli, Bali, mengundang masyarakat dan wisatawan untuk berkunjung dan
menikmati suasana perayaan Imlek 2026 di desa tersebut.
Penglipuran menuju desa wisata regeneratif kelas dunia 2026 tersebut,
menyuguhkan berbagai atraksi menarik dan unik bagi pengunjung yang digelar
mulai Minggu, 15 Februari 2026 pukul 10.00 Wita.
“Kami mengundang seluruh masyarakat dan wisatawan untuk
turut hadir dan merasakan langsung suasana perayaan Imlek yang sarat makna di
Desa Wisata Penglipuran,” jelas Kepala Pengelola Desa Wisata Penglipuran Bangli
I Wayan Sumiarsa, dalam rilis, Jumat (13/2/2026).
Perayaan Imlek tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat
semangat tersebut. Pementasan Barong Landung yang akan digelar di jalan desa
merupakan simbol akulturasi budaya dan persatuan, terang Sumiarsa.
Dalam filosofi masyarakat Bali, lanjut Sumiarsa, Barong Landung melambangkan keseimbangan, perbedaan yang saling melengkapi, serta keterbukaan terhadap keberagaman.
Kehadiran Barong Landung dalam perayaan Imlek menjadi representasi nyata bahwa perbedaan bukanlah sekat, melainkan kekuatan.
“Kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi budaya antara masyarakat lokal dan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, yang berkunjung untuk merasakan pengalaman autentik di Penglipuran,” ungkap Sumiarsa yang menargetkan kunjungan wisatawan saat Imlek 2026 sebanyak 3.000 orang sementara kunjungan per hari rata-rata 2.500 orang.
Panggung Kebersamaan
Suasana jalan desa yang tertata rapi akan menjadi panggung kebersamaan, di mana tradisi Bali berpadu dengan semangat perayaan Imlek dalam nuansa yang hangat dan penuh makna.
Melalui perayaan ini, Desa Wisata Penglipuran ingin menegaskan bahwa pariwisata bukan hanya tentang kunjungan, tetapi juga tentang nilai, tentang bagaimana budaya dijaga, dihormati, dan dibagikan dengan penuh rasa hormat.
Sebagai salah satu desa wisata terbaik di Indonesia, lanjut Sumiarsa, Desa Wisata Penglipuran tidak hanya dikenal karena keindahan tata ruang dan kebersihannya, tetapi juga karena kekuatan nilai adat, tradisi, dan harmoni sosial yang hidup di tengah masyarakatnya. (lan)
