Tim SAR gabungan melakukan pencarian nelayan yang dilaporkan hilang dan belum kembali dari melaut di perairan Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Sabtu (7/2/2026). (Foto: Basarnas Bali)
KARANGASEM,
PERSPECTIVESNEWS-
Tim SAR gabungan melakukan pencarian nelayan yang dilaporkan hilang dan belum
kembali dari melaut di perairan Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten
Karangasem, Sabtu (7/2/2026).
Dari
informasi, korban diketahui bernama I Nengah Sarem (68). Korban dilaporkan
berangkat melaut sejak Jumat sekitar pukul 14.30 Wita, namun hingga Sabtu
korban belum kembali pulang.
Pihak
keluarga dan rekan nelayan sempat melakukan pencarian korban, namun masih nihil
hingga keluarga melaporkan kejadian tersebut ke aparat desa setempat.
Petugas
siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, menerima informasi tersebut
dari Kepala Dusun setempat.
"Informasi
adanya nelayan hilang kami terima hari ini pada pukul 10.55 Wita dan langsung
kami tindaklanjuti," ungkap I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian
dan Pertolongan Denpasar.
Petugas
siaga berkoordinasi dengan Polsek Abang, Karangasem dan keluarga korban untuk bisa mempersiapkan
pencarian. Sebanyak 6 personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem
bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 12.30 Wita.
Dengan
menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB), 4 personel dari tim SAR gabungan
memulai penyisiran di seputaran lokasi korban melaut.
"Info
dari pihak keluarganya bahwa sudah melaksanakan pencarian dengan 3 buah jukung
dengan 6 orang nelayan, serta melibatkan kelompok Nelayan Bunutan dengan jumlah
7 jukung menuju ke arah selatan Lombok," jelas Sidakarya.
Hingga sore
ini tim SAR gabungan belum mendapatkan tanda-tanda keberadaan I Nengah Sarem.
"Kendala
yang kami hadapi di lapangan terkait cuaca mendung, angin kencang mencapai 10
KM per jam, air laut gelombang tinggi," tambah I Putu Handika Bhayangkara,
selaku koordinator di lapangan.
Operasi
pencarian SAR akan kembali dilanjutkan besok pagi. Meskipun penyisiran
dihentikan sementara, namun koordinasi/komunikasi tetap intens dilakukan dan
apabila ada laporan penemuan personil bisa segera diberangkatkan. (dik)
