Perspectives News

Jembrana Razia Puluhan Kendaraan, Pastikan Mudik 2026 Aman

 


Petugas gabungan dari Satlantas Polres Jembrana dan Dinas Perhubungan Jembrana menggelar inspeksi keselamatan (ramp check), yang merupakan bagian dari Ops Keselamatan Agung 2026, di Terminal Kargo, Desa Kaliakah, Selasa (3/2/2026). (Foto:dik/Perspectives)

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Menjelang arus mudik Lebaran yang diprediksi mulai meningkat pada Maret mendatang, petugas gabungan dari Satlantas Polres Jembrana dan Dinas Perhubungan Jembrana menggelar inspeksi keselamatan (ramp check) besar-besaran.

Operasi yang merupakan bagian dari Ops Keselamatan Agung 2026 ini dipusatkan di Terminal Kargo, Desa Kaliakah, Selasa (3/2/2026).

​Kasat Lantas Polres Jembrana, Iptu Aldri Setiawan, menegaskan bahwa langkah ini adalah upaya cipta kondisi demi menekan angka kecelakaan di jalur tengkorak Denpasar-Gilimanuk.

​"Kami ingin memastikan seluruh angkutan umum dan barang dalam kondisi laik jalan sebelum memasuki Operasi Ketupat bulan depan," ujar Iptu Aldri di lokasi pemeriksaan.

​Dalam pemeriksaan intensif selama 90 menit tersebut, petugas menyisir aspek teknis mulai dari fungsi pengereman, lampu kendaraan, hingga legalitas dokumen seperti SIM, STNK, dan izin trayek.

Hasilnya, petugas menemukan belasan pelanggaran, di antaranya, ​masa berlaku SIM dan pajak kendaraan yang telah mati, ​komponen keselamatan (lampu utama dan sein) yang tidak berfungsi serta ​pelanggaran tata cara pemuatan barang (overload).

​Uniknya, meski ditemukan pelanggaran, petugas lebih mengedepankan pendekatan edukatif.

Para pelanggar hanya diberikan surat teguran tertulis untuk segera melakukan perbaikan. Sebaliknya, kendaraan yang dinyatakan laik jalan langsung ditempeli stiker "Lolos Uji Ramp Check" sebagai jaminan keselamatan bagi penumpang.

​Tidak hanya fokus pada mesin, Satlantas Jembrana juga menyediakan fasilitas cek kesehatan gratis bagi para pengemudi. Langkah ini diambil untuk memastikan faktor manusia (human error) tidak menjadi pemicu kecelakaan di jalan raya.

​Iptu Aldri juga menambahkan catatan evaluasi bahwa selama dua hari pelaksanaan Operasi Keselamatan Agung, jenis pelanggaran yang masih mendominasi di wilayah Jembrana adalah pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm. (dik)

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama