Kegiatan penggunaan APDlLimbah B3 dan pengambilan spill kit yang dilakukan pada tahapan simulasi TPS B3. (Foto: PLN)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali melalui pelaksanaan Simulasi Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Gudang Kapal, yang melibatkan pegawai dan Tenaga Alih Daya (TAD) yang bekerja di lokasi TPS B3.
Kegiatan
simulasi pada Senin (9/2/2026) ini, menjadi langkah preventif PLN dalam memastikan pengelolaan limbah
operasional yang dilakukan secara aman, tertib, dan sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan, sehingga tidak menimbulkan risiko terhadap lingkungan
maupun masyarakat sekitar.
TPS Limbah
B3 merupakan fasilitas yang digunakan untuk menyimpan sementara limbah B3 yang
dihasilkan dari kegiatan operasional sebelum dilakukan pengangkutan,
pengolahan, atau pemusnahan oleh pihak berizin.
Limbah B3
sendiri adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung bahan
berbahaya dan beracun yang karena sifat, konsentrasi, dan jumlahnya dapat
mencemari lingkungan serta membahayakan kesehatan manusia dan makhluk hidup
lainnya apabila tidak dikelola dengan baik.
Melalui
simulasi ini, peserta dibekali pemahaman dan praktik langsung mengenai tahapan
pengelolaan TPS Limbah B3, yang meliputi proses identifikasi jenis limbah B3,
pemilahan dan pengemasan limbah sesuai karakteristiknya, pelabelan dan
pencatatan limbah, penempatan limbah pada TPS sesuai standar keselamatan,
hingga simulasi penanganan kondisi darurat apabila terjadi tumpahan atau
kebocoran limbah.
Seluruh
tahapan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan kerja, perlindungan
lingkungan, dan kepatuhan terhadap prosedur yang berlaku.
Keberadaan
TPS Limbah B3 yang dikelola secara benar memberikan manfaat strategis bagi
masyarakat, antara lain mencegah pencemaran tanah, air, dan udara, mengurangi
potensi gangguan kesehatan, serta menciptakan lingkungan yang aman dan
berkelanjutan.
Selain itu,
pengelolaan limbah yang sesuai standar turut mendukung keandalan sistem
kelistrikan karena seluruh proses operasional berjalan dengan prinsip
keselamatan dan kepatuhan lingkungan.
Manajer PLN
UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, menegaskan bahwa simulasi ini merupakan
bagian penting dari budaya keselamatan dan tanggung jawab lingkungan
perusahaan.
“Pelaksanaan
simulasi TPS Limbah B3 sangat penting untuk memastikan seluruh pegawai dan TAD
memahami setiap tahapan pengelolaan limbah secara aman dan sesuai standar.
Pengelolaan limbah yang baik akan mendukung keandalan operasional kelistrikan,
sehingga pelanggan dapat menikmati layanan listrik yang aman, nyaman, dan
berkelanjutan,” ujar Petrus.
Melalui
kegiatan ini, PLN UP2D Bali berharap seluruh insan perusahaan memiliki
kesiapsiagaan yang sama dalam mengelola limbah B3, sehingga operasional
kelistrikan dapat berjalan aman, ramah lingkungan, dan memberikan manfaat nyata
bagi masyarakat luas. (lan/*)
