Wali Kota Jaya Negara menerima audiensi Perhimpunan INTI Bali, Senin (9/2/2026), di Kantor Wali Kota Denpasar. (Foto: Hms Dps)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- Pemerintah Kota Denpasar
berkolaborasi dengan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali akan menggelar
Festival Cahaya Lampion dalam rangka menyambut Perayaan Imlek 2026 sekaligus
Hari Ulang Tahun (HUT) ke-238 Kota Denpasar.
Festival ini akan berlangsung selama empat hari, mulai 17 -
20 Februari 2026. Sebanyak 700 lampion menyala akan menghiasi kawasan pusat
kota Denpasar, membentang dari Jalan Gajah Mada hingga depan Kantor Wali Kota
Denpasar, serta Jalan Kartini, guna menciptakan suasana Imlek yang meriah,
tertata, dan sarat makna kebersamaan.
Hal tersebut terungkap saat Wali Kota Denpasar, I Gusti
Ngurah Jaya Negara, menerima audensi Perimpunan INTI Bali, Senin (9/2/2026), di
Kantor Wali Kota Denpasar.
Dalam kesempatan tersebut Jaya Negara menyampaikan bahwa
Festival Cahaya Lampion merupakan wujud nyata harmoni antara budaya Tionghoa
dan nilai-nilai lokal Bali.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi
juga sarana edukasi, penguat hubungan sosial, pendukung pariwisata budaya,
serta penegas citra Bali sebagai ruang persatuan dalam keberagaman.
“Selamat merayakan Imlek 2026. Festival ini mencerminkan
harmoni budaya Tionghoa dengan kearifan lokal Bali, sekaligus menjadi ruang
kebersamaan yang memperkuat toleransi dan persatuan di Kota Denpasar,” ujar
Jaya Negara.
Dalam rangkaian festival tersebut, Jalan Kartini juga akan
diramaikan dengan kuliner khas Tionghoa, mengingat kawasan tersebut sejak lama
dikenal sebagai pusat aktivitas dan perkumpulan masyarakat Tionghoa di Kota
Denpasar. Kehadiran kuliner khas ini diharapkan mampu menghadirkan nuansa Imlek
yang semakin kental.
“Dengan adanya kuliner khas Tionghoa di Jalan Kartini,
suasana perayaan Imlek di Kota Denpasar akan terasa semakin hidup dan
berkarakter,” ungkapnya.
Jaya Negara menyampaikan bahwa ke depan Pemerintah Kota
Denpasar juga merencanakan penataan kawasan Jalan Kartini agar memiliki ciri
khas budaya Tionghoa, tanpa mengganggu pelaksanaan adat dan tradisi setempat,
termasuk saat berlangsungnya upacara adat seperti ngaben.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti
menambahkan, pemasangan cahaya lampion ini dilakukan melalui kolaborasi dengan
Perhimpunan INTI Bali. Untuk beberapa kawasan yang belum terjangkau, pemasangan
lampion akan difasilitasi langsung oleh pihak INTI Bali.
“Festival Lampion ini menjadi simbol keberuntungan,
kebahagiaan, dan harapan masa depan. Lampion juga dimaknai sebagai penerang di
tengah kegelapan, penolak nasib buruk, serta simbol kebersamaan keluarga,
dengan warna merah yang merepresentasikan kemakmuran,” jelas Riyastiti.
Ketua PD INTI Bali Putu Agung Prianta, menambahkan bahwa
dalam rangka perayaan Imlek 2026 dan HUT ke-238 Kota Denpasar, INTI Bali juga
akan menggelar Senam Bersama bertajuk “Satu Langkah Banyak Warna, Merajut
Kebersamaan” pada 15 Februari 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar.
(hum/dps)
